Triwulan I/2020, PII Indonesia Catat Penurunan Kewajiban Neto
Jum'at, 26 Juni 2020 - 12:00 WIB
loading...
PII Indonesia di akhir triwulan I/2020 mencatat kewajiban neto USD253,8 miliar atau 22,5% dari produk domestik bruto (PDB). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pada akhir triwulan I/2020, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat kewajiban neto USD253,8 miliar atau 22,5% dari produk domestik bruto (PDB). Realisasi itu lebih rendah dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan IV/2019 yang tercatat sebesar UsD339,4 miliar atau 30,3% dari PDB.
"Penurunan kewajiban neto tersebut dikarenakan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang turun lebih dalam dibandingkan dengan penurunan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," jelas Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako di Jakarta, Jumat (26/6/2020).
Dia melanjutkan, penuruan posisi KFLN terutama didorong oleh penurunan investasi portofolio, sejalan dengan arus keluar modal asing pada triwulan saat laporan dibuat, sebagai dampak peningkatan ketidakpastian global akibat pandemi COVID-19.
"Posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan I/2020 turun 13,5% (qtq) dari USD712,9 miliar menjadi USD616,4 miliar. Penurunan kewajiban tersebut terutama disebabkan oleh net outflow transaksi investasi portofolio khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan saham," katanya.
(Baca Juga: 2021 Masih Penuh Tantangan, Investor Perlu Mengatur Ulang Strategi Investasi)
"Penurunan kewajiban neto tersebut dikarenakan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang turun lebih dalam dibandingkan dengan penurunan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," jelas Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako di Jakarta, Jumat (26/6/2020).
Dia melanjutkan, penuruan posisi KFLN terutama didorong oleh penurunan investasi portofolio, sejalan dengan arus keluar modal asing pada triwulan saat laporan dibuat, sebagai dampak peningkatan ketidakpastian global akibat pandemi COVID-19.
"Posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan I/2020 turun 13,5% (qtq) dari USD712,9 miliar menjadi USD616,4 miliar. Penurunan kewajiban tersebut terutama disebabkan oleh net outflow transaksi investasi portofolio khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan saham," katanya.
(Baca Juga: 2021 Masih Penuh Tantangan, Investor Perlu Mengatur Ulang Strategi Investasi)
Lihat Juga :