Hadirkan 4 Zona Pariwisata, BPOLBF Dorong Partisipasi Masyarakat Lokal

Minggu, 10 Juli 2022 - 15:15 WIB
loading...
Hadirkan 4 Zona Pariwisata,...
BPOLBF tengah bersiap mengembangkan empat zona pengembangan pariwisata yang berlokasi di Hutan Bowosie, Labuan Bajo, Flores, NTT. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pengembangan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas terus dilakukan. Destinasi yang menjadi tuan rumah side event G20 tahun 2022 ini kian menarik dengan hadirnya empat zona pariwisata yang tengah dikembangkan.

Empat zona pengembangan pariwisata tersebut berlokasi di Hutan Bowosie, Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam hal ini, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah bersiap mengembangkan kawasan tersebut.

Kawasan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan itu menempati lahan seluas 400 hektar atau 1,98% dari luas keseluruhan hutan Bowosie yang mencapai 20.193 hektar.

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan, posisi kawasan pariwisata otorita sangat strategis, terletak di atas kota Labuan Bajo dan terlihat jelas dari Bandara Komodo, sangat cocok untuk kegiatan pertemuan internasional seperti Asian Summit dan kegiatan pertemuan atau MICE lainnya.

Menurut Shana, Kawasan Otorita Labuan Bajo akan menjadi representasi landmark cagar biosfer komodo, karena tidak hanya menciptakan ruang bermain untuk manusia tapi juga ruang bermain untuk hewan, alam lengkap dengan ekosistemnya.

“Sebab itu, kami melakukan pengkajian Amdal secara mendalam, diharapkan keragaman hayati Labuan bajo bisa hidup kembali dan lestari," kata Shana dalam keterangannya, dikutip Minggu (10/7/2022).

Baca juga: Sherpa Meeting ke-2, Delegasi G20 Akan Diajak Jalan-jalan ke Labuan Bajo

Dia menerangkan, empat zona pariwisata yang akan dikembangkan meliputi zona budaya, zona petualangan, zona alam liar, dan zona hiburan.

Zona Budaya menghadirkan konsep yang menonjolkan kebudayaan Flores dan NTT dengan mengangkat keunikan dan keragaman budaya Flores dan NTT sebagai daya tarik wisata.

Zona ini akan menampilkan atraksi seperti hikayat komodo, pertunjukan senin budaya, museum, galeri kebudayaan lokal, wisata agrikultur atau agrowisata, dan bukit do’a.

Selanjutnya, Zona Alam Liar dengan konsep menjaga eksotisme kehidupan alam liar berjalan beriringan dan menjadi daya tarik wisata, sebagai ruang untuk memperlihatkan cagar biosfer komodo kepada wisatawan.

“Di dalamnya akan menampilkan atraksi natural reserve gallery, mini zoo, night safari dan lumina forest," urai Shana.

Berikutnya adalah Zona Petualangan dengan konsep memberikan petualangan dan berbagai kegiatan alam terbuka yang unik dan berbeda.

Di dalamnya akan menampilkan atraksi seperti glamping, hiking and biking track, zipline coaster, tree top net playground, sky coaster, ATV offroad track, tree top cycling, glass walkway, flying fox dan outbound package.

Terakhir, Zona Hiburan dengan konsep menjadikan destinasi yang menyediakan berbagai aktivitas hiburan dan self-treatment, di dalamnya berisi berbagai atraksi seperti sky restaurant, wedding venue, sunset view point, spa and wellness, forest pavilion dan park area.

Lebih lanjut Shana menyatakan, keberadaan kawasan pariwisata otorita Labuan Bajo disangga oleh dua desa dan satu kelurahan, yaitu Desa Gorontalo, Desa Golo Bilas dan Kelurahan Wae Kelambu.

Dia menjelaskan, sejak dua tahun lalu BPOLBF banyak melakukan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat sekitar.

Baca juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Ekowisata Harus Jadi Unique Selling Point Pariwisata Indonesia ke Dunia

Misalnya, dengan karang taruna desa Golo Bilas melakukan pelatihan hidroponik dan dukungan bagi sanggar budayanya. Lalu, dengan desa Gorontalo melakukan program daur ulang sampah limbah plastic, dan dengan kelurahan Wae Kelambu melalui program pengolahan sampah. Selain itu juga program pelestarian budaya Manggarai di kampung adat sekitar, seperti kampung adat Kaper.

"Ke depan juga diperlukan keterlibatan masyarakat sekitar kawasan untuk kebutuhan tenaga kerja tentunya, kami juga akan bermitra dengan masyarakat desa untuk menciptakan produk kreatif agar bisa terserap di kawasan otorita,” tuturnya.

“Ini akan berkelanjutan, semakin maju kawasan otorita juga akan berdampak semakin maju juga masayarakat sekitar," imbuh Shana.

Dia mengungkapkan, membangun pariwisata di Labuan Bajo membutuhkan kehatian-hatian agar tidak merubah landscape yang dapat mempengaruhi sosial budaya masyarakat sekitar.



Pengembangan atraksi wisata, baik alam, budaya maupun atraksi buatan mutlak diperlukan guna menangkap peluang Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan dan menambah masa tinggal wisatawan.

Shana menambahkan, ketersediaan amenitas dengan entitas lokal dan menyatu dengan alam akan mendongkrak daya tarik wisata karena menyajikan sesuatu yang unik.

“Kuncinya adalah harmonisasi alam dan sosial budaya masyarakat, sebab itu keterlibatan masyarakat sekitar mutlak diperlukan dalam pembangunan kawasan Otorita," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IFG Life Dorong Talenta...
IFG Life Dorong Talenta Muda Lewat Program Lari di Labuan Bajo
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
Pengelolaan Sampah Berbasis...
Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Labuan Bajo, Endress+Hauser Gandeng INGRAM
Menhub Angkat Bicara...
Menhub Angkat Bicara Soal Tragedi Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Singgung Izin Berlayar
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Rekomendasi
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Berita Terkini
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved