Siram Dana Besar untuk Digitalisasi, Sri Mulyani: Ini Uang Beneran Ya, Bukan Monopoli
Senin, 11 Juli 2022 - 12:55 WIB
loading...
Sri Mulyani memberikan pesan menohok kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), usai terus menerima kenaikan anggaran secara tiga tabun beruntun. Foto/Dok Setkab
A
A
A
JAKARTA - Semenjak Pandemi Covid-19 menerjang pada tahun 2020, dimana semua Kementerian/Lembaga (K/L) anggarannya dipotong. Tercatat hanya ada 2 yang tetap menerima anggaran penuh dan bahkan mendapatkan tambahan, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Bahkan bukan hanya tidak dipotong, tapi juga ditambah. Sejak tahun 2020 hingga 2022 itu anggaran Pak Johnny G. Plate (Menkominfo) itu naik Rp20 triliun, lalu Rp26 triliun, dan Rp27 triliun. Ini tiga tahun berturut-turut, ini duit beneran ya pak, bukan monopoli ya," ujar Sri Mulyani dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 secara virtual, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
Diterangkan juga oleh Mantan Direktur Bank Dunia itu soal betapa pentingnya transformasi digital dalam era dan situasi saat ini. Dia mengatakan, ada tiga aspek digitalisasi yang perlu diperhatikan.
Namun Indonesia menurutnya masih banyak daerah tertinggal. Ada 84 ribu desa dan kelurahan, ada 250 lebih sekolah, dan lebih dari 10 ribu puskesmas, dan itu semuanya belum terkoneksi.
"Bahkan bukan hanya tidak dipotong, tapi juga ditambah. Sejak tahun 2020 hingga 2022 itu anggaran Pak Johnny G. Plate (Menkominfo) itu naik Rp20 triliun, lalu Rp26 triliun, dan Rp27 triliun. Ini tiga tahun berturut-turut, ini duit beneran ya pak, bukan monopoli ya," ujar Sri Mulyani dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 secara virtual, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
Diterangkan juga oleh Mantan Direktur Bank Dunia itu soal betapa pentingnya transformasi digital dalam era dan situasi saat ini. Dia mengatakan, ada tiga aspek digitalisasi yang perlu diperhatikan.
Namun Indonesia menurutnya masih banyak daerah tertinggal. Ada 84 ribu desa dan kelurahan, ada 250 lebih sekolah, dan lebih dari 10 ribu puskesmas, dan itu semuanya belum terkoneksi.
Lihat Juga :