Menteri ESDM: Kontribusi Industri Hulu Migas Capai Rp145 Triliun
Senin, 11 Juli 2022 - 17:15 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencatat, pada 2021 penerimaan negara yang bersumber dari sektor hulu migas mencapai USD13,7 miliar atau 188% dari target USD7,8 miliar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kontribusi industri hulu migas (minyak dan gas bumi) hingga Juni 2022 mencapai USD9,7 miliar atau setara Rp145 triliun. Jumlah ini mencapai 97% dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) 2022 yakni USD 7,8 miliar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencatat, pada 2021 penerimaan negara yang bersumber dari sektor hulu migas mencapai USD13,7 miliar atau 188% dari target USD7,8 miliar. Dia pun mengapresiasi kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara tahun ini.
“Pemerintah memberikan apresiasi atas kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara. Jika di tahun 2021 penerimaan negara sektor hulu migas mencapai USD13,7 miliar atau 188 persen dari target USD7,8 miliar. Sampai Juni 2022, kontribusi hulu migas sudah mencapai USD9,7 miliar atau 97 persen dari target APBN 2022 yang sebesar USD 7,8 miliar," ungkap Arifin, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: "New Normal" di Industri Hulu Migas Indonesia
Meskipun produksi dan lifting masih mengalami tantangan, industri hulu migas pada semester I-2022 telah meraih beberapa capaian yang positif, utamanya adalah penerimaan negara yang sudah mencapai USD 9,7 miliar. Reserve replacement ratio (RRR) yang sudah di angka 77 persen, serta cost recovery berhasil dijaga di level rendah sebesar USD 3,2 Miliar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencatat, pada 2021 penerimaan negara yang bersumber dari sektor hulu migas mencapai USD13,7 miliar atau 188% dari target USD7,8 miliar. Dia pun mengapresiasi kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara tahun ini.
“Pemerintah memberikan apresiasi atas kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara. Jika di tahun 2021 penerimaan negara sektor hulu migas mencapai USD13,7 miliar atau 188 persen dari target USD7,8 miliar. Sampai Juni 2022, kontribusi hulu migas sudah mencapai USD9,7 miliar atau 97 persen dari target APBN 2022 yang sebesar USD 7,8 miliar," ungkap Arifin, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: "New Normal" di Industri Hulu Migas Indonesia
Meskipun produksi dan lifting masih mengalami tantangan, industri hulu migas pada semester I-2022 telah meraih beberapa capaian yang positif, utamanya adalah penerimaan negara yang sudah mencapai USD 9,7 miliar. Reserve replacement ratio (RRR) yang sudah di angka 77 persen, serta cost recovery berhasil dijaga di level rendah sebesar USD 3,2 Miliar.
Lihat Juga :