Gapki Ungkap Biang Keladi Anjloknya Harga TBS Sawit
Jum'at, 15 Juli 2022 - 18:49 WIB
loading...
Harga TBS sawit terdampak penurunan harga CPO. Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ) menyatakan, kebijakan larangan ekspor crude palm oil ( CPO ) yang berlaku sejak 28 April -23 Mei 2022 tidak hanya berpengaruh terhadap pencapaian ekspor, tetapi juga terhadap produksi.
Baca juga: Harga CPO Kian Melorot 6 Persen Lebih, Ternyata Ini Sebabnya
Menurut Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, secara agronomis, produksi tandan buah segar (TBS) sawit meningkat. Tetapi secara industri, produksi CPO 18% lebih rendah dari bulan April.
"Ditambah lagi, beberapa perusahaan mulai membatasi panen dan pembelian TBS dari petani karena kapasitas tangki yang terbatas," ungkap Mukti, Jumat (15/7/2022).
Ia merinci, ekspor bulan Mei 2022 hanya 678 ribu ton atau turun 68% dari ekspor bulan April sebesar 2.089 ribu ton. Penurunan terbesar ada pada CPO dan olahan CPO. Kemudian, ekspor oleokimia pada bulan Mei sebanyak 318 ribu ton, relatif sama dengan ekspor bulan April (319 ribu ton).
"Dibandingkan dengan ekspor bulan April, ekspor Indonesia di Mei ke China turun 28%, ke Amerika Serikat turun 32%, ke Filipina turun 52%, ke Rusia turun 64%, ke Uni Eropa turun 64%, ke Singapura turun 67%. Sedangkan ke India turun 80%, ke Pakistan turun 90%, dan ke Bangladesh turun 98%," papar Mukti.
Baca juga: Harga CPO Kian Melorot 6 Persen Lebih, Ternyata Ini Sebabnya
Menurut Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, secara agronomis, produksi tandan buah segar (TBS) sawit meningkat. Tetapi secara industri, produksi CPO 18% lebih rendah dari bulan April.
"Ditambah lagi, beberapa perusahaan mulai membatasi panen dan pembelian TBS dari petani karena kapasitas tangki yang terbatas," ungkap Mukti, Jumat (15/7/2022).
Ia merinci, ekspor bulan Mei 2022 hanya 678 ribu ton atau turun 68% dari ekspor bulan April sebesar 2.089 ribu ton. Penurunan terbesar ada pada CPO dan olahan CPO. Kemudian, ekspor oleokimia pada bulan Mei sebanyak 318 ribu ton, relatif sama dengan ekspor bulan April (319 ribu ton).
"Dibandingkan dengan ekspor bulan April, ekspor Indonesia di Mei ke China turun 28%, ke Amerika Serikat turun 32%, ke Filipina turun 52%, ke Rusia turun 64%, ke Uni Eropa turun 64%, ke Singapura turun 67%. Sedangkan ke India turun 80%, ke Pakistan turun 90%, dan ke Bangladesh turun 98%," papar Mukti.
Lihat Juga :