Kejahatan Siber Marak, Amankan Dompet dari Modus Pengelabuan

Kamis, 14 Juli 2022 - 21:21 WIB
loading...
Kejahatan Siber Marak,...
Ilustrasi foto/pexels/reiner sct
A A A
JAKARTA - Kejahatan siber marak seiring kian masifnya penggunaan internet dan teknologi digital . Beragam modus penipuan lewat dunia digital dengan meminta nomor PIN atau pencurian data nasabah perbankan juga kerap terjadi.

Penyebabnya bukan semata dari sisi oknum pelaku kejahatan melainkan juga minimnya literasi tentang keamanan digital dan kelalaian pengguna yang mengumbar data pribadi di internet.

Digital Education Trainer Muhamad Nur Awaludin dalam webinar bertajuk “Mengenal Phising dan Doxing, Kejahatan Baru di Dunia Digital”, Senin (11/7), menekankan pentingnya kompetensi keamanan digital agar terhindar dari modus ‘tipu-tipu’ seperti halnya phising alias pengelabuan.

Baca juga: Ekonomi Digital RI Lampaui Rp1.000 Triliun, Manfaatkan Internet Secara Kreatif dan Produktif

Kompetensi tersebut di antaranya mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai penipuan, serta memahami jejak digital.

Lebih khusus soal phising, Awaludin berpesan agar hati-hati jika diminta untuk mengisi data pribadi, data akun, dan data finansial.

“Agar aman bermedia digital, maka jaga data pribadi, jangan bagikan pada siapapun termasuk di media sosial. Jangan merespons panggilan telepon dan pesan yang ujungnya meminta data pribadi. Selalu waspada akan tautan tak dikenal,” ujarnya dalam webinar yang ditujukan untuk komunitas Kalimantan tersebut, dikutip Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Bank Indonesia Akan Luncurkan Rupiah Digital, Ini Tantangannya

Mengutip laman sikapiuangmu.ojk.go.id, malware/phising merupakan modus kejahatan penipuan dengan menciptakan suatu alamat situs palsu atau mengirimkan email dari suatu perusahaan yang bertujuan untuk memancing pengguna internet memberikan rincian informasi diri. Sasaran korban umumnya adalah pengguna online banking.

Biasanya, pelaku phising menggunakan logo atau merk lembaga resmi seperti bank untuk meyakinkan para korban agar memberikan data pribadi seperti password, PIN, nomor kartu kredit, maupun identitas diri lainnya.

Sementara itu, Analis Tata Kelola Keamanan Siber Diskominfotik provinsi NTB R Ronald Ommy Yulyantho menyampaikan, sebagai ‘warga negara digital’, kita perlu melindungi diri dari sisi negatif budaya digital seperti penyalahgunaan teknologi, pencurian data, dan penipuan. Untuk diketahui juga, data dan informasi pribadi dilindungi UU ITE.

“Penyalahgunaan data pribadi bisa berupa tindak pidana maupun pencemaran nama baik. Jika data pribadi kita disalahgunakan, kita bisa melapor ke bank, pihak penyedia dompet digital, polisi, BI dan OJK, atau tulis surat pembaca,” saran dia.

Baca juga: Waspada Kejahatan Rekayasa Sosial, Kenali 4 Modus Soceng

Lebih lanjut, Relawan TIK provinsi Bali Ni Kadek Dwi Febriani mengatakan, setiap orang bisa menjaga identitas digitalnya dengan cara memilih menggunakan identitas asli, mengamankan identitas utama yakni alamat surel, serta mengonsolidasikan identitas digital dari berbagai platform yang dimiliki. Tips lain yaitu dengan memeriksa apakah surel pernah bocor dengan menggunakan berbagai tools, salah satunya periksadata.com.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi, diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif di era industri 4.0.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
PRISMA Peruri Hadirkan...
PRISMA Peruri Hadirkan Strategi Jitu Agar UMKM Cemerlang di Platform Online
Sistem Keamanan IPOT...
Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing
Cegah Kejahatan Siber,...
Cegah Kejahatan Siber, BRI Edukasi Nasabah Pentingnya Menjaga Kerahasiaan Data Transaksi Perbankan
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Akselerasi Net Zero Emission dan Literasi Digital
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Rekomendasi
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved