Inflasi Melambung Bikin Pasar Limbung, Ini Rekomendasi Produk Investasi Berkinerja Stabil
Jum'at, 15 Juli 2022 - 22:32 WIB
loading...
Direktur Utama PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pulihnya tingkat konsumsi dan aktivitas masyarakat seiring meredanya kasus Covid-19 sejak akhir tahun 2021 menyebabkan lonjakan inflasi global.
Selain itu, konflik Rusia - Ukraina yang belum juga usai, turut membuat inflasi semakin menanjak karena mengakibatkan ketidakpastian pasokan berbagai komoditas.
Di Amerika Serikat (AS), inflasi terus menerus meninggi, bahkan telah menyentuh angka 9,1% secara tahunan (uear-on-year/yoy) pada Juni 2022, tertinggi dalam empat dekade terakhir.
Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed) pun menaikkan suku bunga acuannya untuk merespons kenaikan inflasi yang luar biasa tersebut.
Setelah menaikkan suku bunga 50 bps (0,50%) langsung pada Mei 2022 – pertama kali dalam 22 tahun terakhir -- the Fed kembali menaikkan suku bunga 75 bps (0,75%) sekaligus pada Juni 2022, juga pertama kali dilakukan sejak 1994.
Baca juga: Inflasi AS Makin Menggila, Bill Gates Peringatkan Badai Krisis Ekonomi Global Sudah Dekat
Kebijakan yang sangat agresif ini kontan disambut reaksi pasar yang mengoreksi outlook pertumbuhan ekonomi dunia, dan kemudian menyeret pasar saham terkemuka dunia terkoreksi dalam, serta memicu kekhawatiran datangnya resesi ekonomi global di masa depan. Akibatnya, pasar keuangan pun mengalami peningkatan ketidakpastian.
Selain itu, konflik Rusia - Ukraina yang belum juga usai, turut membuat inflasi semakin menanjak karena mengakibatkan ketidakpastian pasokan berbagai komoditas.
Di Amerika Serikat (AS), inflasi terus menerus meninggi, bahkan telah menyentuh angka 9,1% secara tahunan (uear-on-year/yoy) pada Juni 2022, tertinggi dalam empat dekade terakhir.
Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed) pun menaikkan suku bunga acuannya untuk merespons kenaikan inflasi yang luar biasa tersebut.
Setelah menaikkan suku bunga 50 bps (0,50%) langsung pada Mei 2022 – pertama kali dalam 22 tahun terakhir -- the Fed kembali menaikkan suku bunga 75 bps (0,75%) sekaligus pada Juni 2022, juga pertama kali dilakukan sejak 1994.
Baca juga: Inflasi AS Makin Menggila, Bill Gates Peringatkan Badai Krisis Ekonomi Global Sudah Dekat
Kebijakan yang sangat agresif ini kontan disambut reaksi pasar yang mengoreksi outlook pertumbuhan ekonomi dunia, dan kemudian menyeret pasar saham terkemuka dunia terkoreksi dalam, serta memicu kekhawatiran datangnya resesi ekonomi global di masa depan. Akibatnya, pasar keuangan pun mengalami peningkatan ketidakpastian.
Lihat Juga :