Embargo Gas Rusia Tidak Masuk Dalam Paket Sanksi Terbaru Uni Eropa

Sabtu, 16 Juli 2022 - 08:16 WIB
loading...
Embargo Gas Rusia Tidak...
Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan paket sanksi ketujuh terhadap Rusia, tetapi sudah jelas bahwa mereka tidak akan menerapkan embargo impor gas Rusia. Hal ini disampaikan PM Republik Ceko. Foto/Dok
A A A
PRAHA - Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan paket sanksi ketujuh terhadap Rusia, tetapi sudah jelas bahwa mereka tidak akan menerapkan embargoimpor gas Rusia karena terlalu banyak negara anggota yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan cukup cepat. Hal ini disamapaikan oleh Perdana Menteri Republik Ceko, Petr Fiala kepada Reuters.

Baca Juga: Rusia Matikan Keran Gas, Jerman Harus Bakar Kayu Agar Tetap Hangat

Fiala mengatakan, sanksi yang sekarang sedang diselesaikan oleh eksekutif UE, bertujuan untuk meningkatkan tekanan atas invasi Rusia ke Ukraina. Salah satunya diperkirakan akan melarang impor emas, memperluas daftar barang penggunaan ganda yang dilarang untuk diekspor ke Rusia dan menargetkan lebih banyak individu.

Komisi Eropa harus siap untuk mempresentasikan paket itu dalam beberapa hari mendatang dan negara-negara anggota dapat menyetujuinya segera setelah itu, kata Fiala dalam sebuah wawancara.

"Paket ketujuh sedang dipersiapkan, dan saya pikir ini akan menjadi pelajaran yang bagus," kata Fiala, berbicara dari kantornya di Praha.

"Yang jelas bakal sangat bermasalah untuk memasukkan energi ke dalam sanksi, karena aturan yang dibuat harus memperhatikan bahwa sanksi harus memiliki dampak yang lebih besar pada Rusia daripada negara-negara yang memberlakukan sanksi," bebernya.

Fiala mengatakan, tidak ada kemungkinan pembatasan gas akan dimasukkan dalam paket sanksi terbaru. "Saya pikir itu seharusnya tidak ada di sana, karena sejumlah negara bergantung pada gas Rusia ," katanya.

Republik Ceko, yang mengambil alih kepresidenan enam bulan bergilir UE pada 1 Juli, adalah salah satu negara yang bergantung pada Rusia untuk hampir semua kebutuhan gasnya.

Secara keseluruhan, UE mengandalkan Rusia untuk 40% gasnya sebelum Moskow menginvasi Ukraina. Baca Juga:Mengungkap Fakta-fakta Perusahaan Barat di Lingkaran Sektor Migas Rusia

Fiala mengatakan, Ceko melakukan semua yang mereka bisa untuk mengurangi ketergantungan mereka pada energi Rusia, "tetapi itu tidak akan terjadi musim dingin ini," bebernya.

Sejauh ini sudah ada 6 putaran pertama sanksi terhadap Rusia dari UE, termasuk pembekuan aset dan larangan visa pada oligarki dan pejabat Rusia, pengetatan ekspor, pembekuan aset bank sentral, mengeluarkan bank dari sistem pesan SWIFT dan melarang impor batu bara dan minyak Rusia.

Tetapi impor gas belum tersentuh bahkan di tengah seruan dari Ukraina untuk embargo semacam itu. Sanksi terbaru sedang dipersiapkan di tengah meningkatnya kekhawatiran di Eropa bahwa Rusia dapat memperpanjang waktu perbaikan pipa gas utama Nord Stream 1 yang dimulai pada 11 Juli dan akan berlangsung selama 10 hari terakhir.

Hal itu akan membatasi pasokan Eropa lebih lanjut dan mengganggu rencana negara-negara mengisi penyimpanan untuk musim dingin, membuat mereka jatuh ke dalam krisis energi.

Fiala mengatakan, Eropa harus siap untuk kemungkinan bahwa aliran dari Nord Stream 1 tidak akan dimulai kembali, mencari sumber pasokan gas alternatif, seperti LNG, dan siap untuk berbagi pasokan di antara negara-negara anggota.

Ide lain yang dia dukung adalah memulai pembelian gas bersama di Eropa. Tetapi Ia juga memperingatkan hal itu tetap sulit terwujud, baik secara teknis maupun administratif.

"Saya tidak ingin terlalu optimis," katanya, ketika ditanya apakah pembelian bersama dapat dimulai pada awal tahun ini, dan juga menambahkan bahwa para menteri energi Uni Eropa akan membahas proposal tersebut pada pertemuan luar biasa di tanggal 26 Juli, mendatang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Rekomendasi
Telur Ceplok atau Dadar,...
Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Infografis
Trump Tak Khianati Ukraina...
Trump Tak Khianati Ukraina dalam Perang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved