Rhenald Kasali Ungkap Banyak Salah Tafsir Soal Fenomena Bakar Uang
Jum'at, 22 Juli 2022 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Diterangkan bahwa bakar uang yang dilakukan startup bukan untuk menyingkirkan kompetitor, melainkan untuk melakukan distrubsi yakni menciptakan suatu yang baru dengan membidik pasar yang di bawah. Startup berlomba-lomba untuk menghadirkan harga jasa yang murah untuk selanjutnya akan diperhatikan apakah permintaan tersebut naik atau tidak.
"Begitu sudah naik kemudian mereka kasih jeda selama beberapa waktu, dan melihat jika mereka tidak bakar uang apakah konsumen ini akan turun dan beralih ke tempat yang lain," ucap Rhenald Kasali.
Oleh sebab itu pemilik produk menurutnya harus bakar uang bahkan berkali-kali untuk mencapai kestabilan. "Kalau mereka sudah balik modal, maka ekonomi mereka akan stabil dan bisa go public," ucapnya.
Jadi bisa disimpulkan bahwa bakar uang ini bisa menjadi tolak ukur bagi perusahaan terutama investor yang tujuannya adalah valuasi nya naik. "Biasanya setelah permintaan naik kemudian dananya habis, maka founder startup akan cari lagi dana dari pihak lain," jelasnya.
"Begitu sudah naik kemudian mereka kasih jeda selama beberapa waktu, dan melihat jika mereka tidak bakar uang apakah konsumen ini akan turun dan beralih ke tempat yang lain," ucap Rhenald Kasali.
Oleh sebab itu pemilik produk menurutnya harus bakar uang bahkan berkali-kali untuk mencapai kestabilan. "Kalau mereka sudah balik modal, maka ekonomi mereka akan stabil dan bisa go public," ucapnya.
Jadi bisa disimpulkan bahwa bakar uang ini bisa menjadi tolak ukur bagi perusahaan terutama investor yang tujuannya adalah valuasi nya naik. "Biasanya setelah permintaan naik kemudian dananya habis, maka founder startup akan cari lagi dana dari pihak lain," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :