Muara Bakau akan berikan pendapatan negara Rp50 T

Jum'at, 14 Februari 2014 - 20:24 WIB
Muara Bakau akan berikan...
Muara Bakau akan berikan pendapatan negara Rp50 T
A A A
Sindonews.com - Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas, J Widjonarko mengatakan, manfaat yang diperoleh dari pengembangan lapangan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Muara Bakau diperkirakan akan memberikan pendapatan negara sebesar USD5 miliar atau lebih dari Rp50 triliun.

Proyek ini, kata Widjonarko, cukup strategis dan berinvestasi besar, karena merupakan lapangan gas pertama yang didapat dari laut dalam (deep water) dengan kedalaman lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut. Hal ini menunjukkan potensi migas di wilayah laut dalam benar-benar sudah mulai digarap.

Rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) Lapangan Jangkrik disetujui bulan November 2011 dan POD Jangkrik North East disetujui Januari 2013. Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East ini akan dilakukan dengan skenario pembangunan fasilitas produksi dan komersialitas penjualan gas dan kondensat secara terintegrasi.

Diberitakan sebelumnya, SKK Migas telah menetapkan pemenang lelang rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (engineering, procurement, construction, installation/EPCI) untuk dua lapangan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Muara Bakau. Kedua lapangan gas tersebut adalah lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East dengan kontraktor kontrak kerja sama, Eni.

“Dengan ditetapkannya pemenang lelang proyek EPCI untuk kedua lapangan tersebut, pengembangan lapangan senilai USD4,136 miliar segera dimulai,” kata Widjonarko.

Selain pelaksanaan proyek EPC, secara paralel di lapangan ini akan dilakukan pengeboran lepas pantai sebanyak 11 sumur pengembangan. SKK Migas dan Eni optimis target tata waktu produksi bisa tercapai.

Proses lelang proyek EPCI-1 untuk jasa-jasa pembuatan dan instalasi barge Floating Production Unit (FPU) yang diikuti 24 perusahaan, dimenangkan oleh Konsorsium PT Saipem Indonesia, PT Tripatra Engineers and Constructors, PT Chiyoda International Indonesia, dan Hyundai Heavy Industries Co. Ltd.

Sedangkan EPCI-2 untuk paket pembangunan fasilitas penerimaan di darat, jaringan pipa, dan peralatan pendukung lainnya, yang diikuti 18 perusahaan, dimenangkan oleh Konsorsium PT Technip Indonesia-Technip Geoproduction (M) Sdn. Bhd.

Terakhir, pengadaan Engineering Procurement-3 untuk pembangunan sistem produksi bawah laut, sistem pengendalian, dan peralatan pendukung, yang diikuti 18 perusahaan, dimenangkan oleh PT FMC Santana Petroleum Equipment Indonesia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Lelang Wilayah...
Hasil Lelang Wilayah Kerja Jadi Sinyal Positif Investasi Migas RI
Pemerintah Lelang 8...
Pemerintah Lelang 8 WK Migas Tahap II 2021, Ini Daftarnya
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Investor Sambut Baik...
Investor Sambut Baik Perbaikan Term and Condition dalam Lelang WK Migas
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
1 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
2 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
2 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
3 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved