KKP Gelar 5 Pelatihan Daring untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi
Minggu, 28 Juni 2020 - 11:37 WIB
loading...
Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar lima pelatihan daring untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat kelautan dan perikanan.
Pelatihan tersebut adalah pelatihan pembuatan fish samosa, iodisasi garam dan pengemasan, pengaplikasian fiberglass untuk usaha perikanan, pembuatan bubu lipat, serta perawatan dan perbaikan sistem pengapian motor tempel.
Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, menerangkan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan keterampilan yang bersifat praktis. Tujuannya agar di tengah pandemi Covid-19 ini, keterampilan dan pengetahuan tersebut dapat diaplikasikan masyarakat untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup.
"Saya tegaskan, pelatihan ini bukan sekadar cara masak atau cara montir. Tetapi bagaimana dengan keterampilan dan pengetahuan ini, Anda bisa mengandalkan hidup dari situ," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (28/6/2020).
Sjarief menyebut, setiap pelatihan yang digelar harus lengkap dari proses hulu hingga hilir. Proses hulu yang dimaksud yaitu penyiapan bahan baku. Baca: KKP Kucurkan Stimulus Rp9,5 Miliar Dorong Budidaya Perikanan di Sulteng
Pelatihan tersebut adalah pelatihan pembuatan fish samosa, iodisasi garam dan pengemasan, pengaplikasian fiberglass untuk usaha perikanan, pembuatan bubu lipat, serta perawatan dan perbaikan sistem pengapian motor tempel.
Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, menerangkan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan keterampilan yang bersifat praktis. Tujuannya agar di tengah pandemi Covid-19 ini, keterampilan dan pengetahuan tersebut dapat diaplikasikan masyarakat untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup.
"Saya tegaskan, pelatihan ini bukan sekadar cara masak atau cara montir. Tetapi bagaimana dengan keterampilan dan pengetahuan ini, Anda bisa mengandalkan hidup dari situ," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (28/6/2020).
Sjarief menyebut, setiap pelatihan yang digelar harus lengkap dari proses hulu hingga hilir. Proses hulu yang dimaksud yaitu penyiapan bahan baku. Baca: KKP Kucurkan Stimulus Rp9,5 Miliar Dorong Budidaya Perikanan di Sulteng
Lihat Juga :