Suka Memberi Pinjaman, Apakah China Punya Utang?
Rabu, 27 Juli 2022 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Lembaga Keuangan dan Pembangunan Nasional China (NFID) menempatkan utang negara secara keseluruhan pada angka 270,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2020, naik dari 246,5 persen pada akhir 2019.
Utang luar negeri China sendiri, termasuk utang dolar AS mencapai USD 2,4 triliun pada akhir tahun 2020. Angka ini naik 4 persen dibandingkan dengan nilai total akhir September 2020, menurut Administrasi Valuta Asing China.
Melihat sedikit ke belakang, utang domestik China telah tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata sekitar 20 persen sejak 2008. Dalam upaya untuk melawan dampak krisis keuangan global, Beijing mengeluarkan paket stimulus 4 triliun yuan (USD 586 miliar) pada tahun 2008 untuk meningkatkan nilai ekonominya. Akibatnya, terjadi lonjakan pinjaman oleh pemerintah daerah dan perusahaan milik negara.
Setelahnya, sejak 2016 China telah meningkatkan upaya untuk mengurangi tumpukan utangnya guna mengekang risiko keuangan. Mereka menggunakan kampanye deleveraging yang dipimpin oleh bank sentral. Sayangnya, pandemi covid muncul dan membuat rasio leverage keseluruhan China naik kembali.
Baca juga : Terjebak Utang China, Sri Lanka Pinjam ke IMF dan Bank Dunia
Utang luar negeri China sendiri, termasuk utang dolar AS mencapai USD 2,4 triliun pada akhir tahun 2020. Angka ini naik 4 persen dibandingkan dengan nilai total akhir September 2020, menurut Administrasi Valuta Asing China.
Melihat sedikit ke belakang, utang domestik China telah tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata sekitar 20 persen sejak 2008. Dalam upaya untuk melawan dampak krisis keuangan global, Beijing mengeluarkan paket stimulus 4 triliun yuan (USD 586 miliar) pada tahun 2008 untuk meningkatkan nilai ekonominya. Akibatnya, terjadi lonjakan pinjaman oleh pemerintah daerah dan perusahaan milik negara.
Setelahnya, sejak 2016 China telah meningkatkan upaya untuk mengurangi tumpukan utangnya guna mengekang risiko keuangan. Mereka menggunakan kampanye deleveraging yang dipimpin oleh bank sentral. Sayangnya, pandemi covid muncul dan membuat rasio leverage keseluruhan China naik kembali.
Baca juga : Terjebak Utang China, Sri Lanka Pinjam ke IMF dan Bank Dunia
Lihat Juga :