MNCN Kembangkan Sayap Jadi Perusahaan Media Digital Berskala Global

Kamis, 28 Juli 2022 - 09:56 WIB
loading...
MNCN Kembangkan Sayap Jadi Perusahaan Media Digital Berskala Global
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (lima kiri) saat RUPST PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), Rabu (27/7/2022). Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) telah mengumumkan hasil RUPST yang diselenggarakan pada Rabu (27/7). RUPST tersebut telah menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun 2021 dan mengesahkan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

RUPST juga menyetujui perubahan pada susunan anggota Dewan Komisaris, dengan mengangkat Muhammad Zainul Majdi sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen MNCN.

“PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperkuat struktur organisasi perseroan dengan mengangkat Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sebagai Wakil Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen MNCN,” ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Kamis (28/07/2022).

“Pengangkatan ini disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar kemarin, Rabu (27/07/2022). TGB Muhammad Zainul Majdi saat ini tercatat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia,” imbuh Hary.

Baca juga: Bukukan Laba Bersih Rp2,58 Triliun, MNCN Siap Danai Rencana Korporasi

Di bidang akademis, TGB Muhammad Zainul Majdi menjabat sebagai rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi sejak 2007 hingga sekarang.

“Bergabungnya TGB Muhammad Zainul Majdi diharapkan akan mempersolid kinerja dan tata kelola perseroan dengan pertumbuhan yang semakin kuat,” jelas pria yang akrab disapa HT tersebut.

Hary menambahkan, kinerja MNCN sepanjang 2021 sebagai grup media terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara kian melesat.

MNCN membukukan laba bersih Rp2,57 triliun, naik 38% year-on-year pada 2021. Margin laba bersih meningkat menjadi 27% dari 24% di 2021.

“Pertumbuhan tersebut kombinasi dari peningkatan pendapatan digital perseroan yang tumbuh 106% year-on-year menjadi Rp2,007 triliun di full year 2021. Selain itu, pendapatan non digital yang naik 10% year on year menjadi Rp7,185 triliun,” jelas Hary.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1634 seconds (11.210#12.26)