alexametrics

Menko Perekonomian: Desa Pantang Mundur Belanti Siam Pusat Ketahanan Pangan

loading...
Menko Perekonomian: Desa Pantang Mundur Belanti Siam Pusat Ketahanan Pangan
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartanto mengapresiasi kinerja Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo dan Polres Pulang Pisau yang menginisiasi Desa Belanti Siam
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartanto mengapresiasi kinerja Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo dan Polres Pulang Pisau yang menginisiasi Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau sebagai percontohan Desa Isen Mulang atau Pantang Mundur dalam penanganan Covid-19 dan Ketahanan Pangan.

Hal ini disampaikannya pada saat bertatap muka dengan warga Belanti Siam yang juga dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil beserta rombongan di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Sabtu (27/06/2020).

Desa Belanti Siam adalah salah satu Desa di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai lumbung padi, yang nantinya akan menjadi salah satu pusat ekonomi dalam bidang pangan di Kalimantan Tengah.

Menko juga menyempatkan untuk yel-yel Desa Isen Mulang Pantang Mundur bersama Kapolres Pulang Pisau dan kelompok tani desa setempat.

Disampaikannya, gagasan Desa Isen Mulang Pantang Mundur oleh Kapolda Kalteng ini dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74. "Pemerintah melalui Menko Perekonomian sangat mendukung dan mengapresiasi gagasan Kapolda Kalteng yang mencanangkan Desa Belanti Siam sebagai Desa Isen Mulang Pantang Mundur," katanya.

Desa Belanti Siam yang dicanangkan sebagai Desa Isen Mulang Pantang Mundur ini karena memiliki kriteria yang mampu melawan Covid-19, tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan desa yang memiliki ketahanan pangan.
(ars)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top