BBSPJIT Bantu Pengembangan Industri Sutra Wajo
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:41 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud menandatangani perjanjian kerja sama dengan BBSPJIT Kemenperin. Foto: Humas Pemkab Wajo
A
A
A
WAJO - Pemkab Wajo menjalin kerja sama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJIT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. Kerja sama ini untuk penguatan industri kecil menengah (IKM) sutra dan tenun tradisional.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kepala BBSPJIT, Cahyadi dan Bupati Wajo , Amran Mahmud. Penandatanganan dirangkaikan Business Gathering dan puncak peringatan Balai Besar Tekstil 100 Tahun Melayani di Kantor BBSPJIT, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/7/2022).
Baca juga:Pemkab Wajo Raih Predikat Implementasi Manajemen ASN Terbaik
Kegiatan dihadiri Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, secara virtual, para pejabat Kemenperin, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Iendra Sofyan, serta undangan lainnya.
Sementara itu, Amran Mahmud didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Armayani, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Andi Pallawarukka, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM), Ambo Mai, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda), Nisrinah, serta Ketua Silk Solution Center, Kurnia Syam.
Baca juga:Peringatan Hari Anak di Wajo, Menteri PPPA Ajak Cegah Perkawinan Anak
Amran Mahmud menyampaikan, kerja sama ini dimaksudkan untuk membangun sinergitas antara BBSPJIT Kemenperin dengan Pemkab Wajo di sektor IKM, khususnya persutraan dan tenun tradisional.
"Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), yakni pelaku IKM sutera dan tenun tradisional di Kabupaten Wajo," ucap Amran Mahmud.
Melalui kerja sama ini. BBSPJIT selama satu tahun akan membantu pelatihan teknis dalam hal proses produksi sutra dan penggunaan alat-alat produksi yang sudah ada pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Persuteraan Wajo.
Baca juga:Konsisten Cetak Ulama Muda, Bupati Wajo Puji Ma’had Aly As’adiyah
Selain itu, melakukan supervisi dan transfer pengetahuan atau teknologi terkait kegiatan pelatihan proses produksi dan melakukan pengujian ke laboratorium atau pengujian lapangan terkait pemanfaatan alat-alat produksi.
"Kita juga berharap bisa dibantu mencari solusi terhadap kendala teknis yang ditemui dalam proses produksi sutera. Kita berharap kerja sama ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan dan pengembalian kejayaan sutera Wajo," beber Amran Mahmud .
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kepala BBSPJIT, Cahyadi dan Bupati Wajo , Amran Mahmud. Penandatanganan dirangkaikan Business Gathering dan puncak peringatan Balai Besar Tekstil 100 Tahun Melayani di Kantor BBSPJIT, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/7/2022).
Baca juga:Pemkab Wajo Raih Predikat Implementasi Manajemen ASN Terbaik
Kegiatan dihadiri Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, secara virtual, para pejabat Kemenperin, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Iendra Sofyan, serta undangan lainnya.
Sementara itu, Amran Mahmud didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Armayani, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Andi Pallawarukka, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM), Ambo Mai, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda), Nisrinah, serta Ketua Silk Solution Center, Kurnia Syam.
Baca juga:Peringatan Hari Anak di Wajo, Menteri PPPA Ajak Cegah Perkawinan Anak
Amran Mahmud menyampaikan, kerja sama ini dimaksudkan untuk membangun sinergitas antara BBSPJIT Kemenperin dengan Pemkab Wajo di sektor IKM, khususnya persutraan dan tenun tradisional.
"Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), yakni pelaku IKM sutera dan tenun tradisional di Kabupaten Wajo," ucap Amran Mahmud.
Melalui kerja sama ini. BBSPJIT selama satu tahun akan membantu pelatihan teknis dalam hal proses produksi sutra dan penggunaan alat-alat produksi yang sudah ada pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Persuteraan Wajo.
Baca juga:Konsisten Cetak Ulama Muda, Bupati Wajo Puji Ma’had Aly As’adiyah
Selain itu, melakukan supervisi dan transfer pengetahuan atau teknologi terkait kegiatan pelatihan proses produksi dan melakukan pengujian ke laboratorium atau pengujian lapangan terkait pemanfaatan alat-alat produksi.
"Kita juga berharap bisa dibantu mencari solusi terhadap kendala teknis yang ditemui dalam proses produksi sutera. Kita berharap kerja sama ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan dan pengembalian kejayaan sutera Wajo," beber Amran Mahmud .
(luq)
Lihat Juga :