Sentil Juragan Kontrakan, Erick Thohir: Disewakan Jutaan, Listriknya Subsidi
Kamis, 04 Agustus 2022 - 16:21 WIB
loading...
Erick Thohir menyindir para pengusaha kontrakan yang menikmati subsidi listrik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Distribusi subsidi listrik milik PT PLN (Persero) masih menjadi masalah. Perkaranya, penyaluran subsidi itu masih tidak tepat sasaran.
Baca juga: 5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai ketidaktepatan penyaluran subsidi listrik disebabkan oleh permasalahan di lapangan. Salah satunya berasal dari para pelanggan atau konsumen itu sendiri.
Dia mencontohkan para pebisnis kontrakan yang seyogyanya tidak menerima subsidi dari pemerintah. Namun, para pemilik kontrakan cenderung memasang meteran tiap kamar dengan daya 900 hingga 1.300 VA, sehingga membuat mereka masih menerima subsidi listrik.
"Saya bukan anti-bisnis kontrakan, jangan salah. Ketika ada pengusaha yang punya bisnis kontrakan di mana-mana, per kamarnya dia pecah-pecah listriknya, lalu disewakan dengan jutaan, tapi bayar listriknya subsidi, ini kan tidak sehat," ungkap Erick, Kamis (4/8/2022).
Pemerintah, lanjut Erick, memastikan akan terus mendorong agar subsidi listrik tepat sasaran. Dia menegaskan pemerintah tidak akan terus-menerus menyubsidi listrik terhadap orang-orang kaya. Inilah yang membuat pemerintah menaikkan tarif listrik 3.500 VA dan di atasnya.
"Pemerintah tidak mungkin akan terus menyubsidi orang mampu. Seperti PLN, kenapa yang 3.500 VA ke atas harus naik," kata dia.
Baca juga: 5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai ketidaktepatan penyaluran subsidi listrik disebabkan oleh permasalahan di lapangan. Salah satunya berasal dari para pelanggan atau konsumen itu sendiri.
Dia mencontohkan para pebisnis kontrakan yang seyogyanya tidak menerima subsidi dari pemerintah. Namun, para pemilik kontrakan cenderung memasang meteran tiap kamar dengan daya 900 hingga 1.300 VA, sehingga membuat mereka masih menerima subsidi listrik.
"Saya bukan anti-bisnis kontrakan, jangan salah. Ketika ada pengusaha yang punya bisnis kontrakan di mana-mana, per kamarnya dia pecah-pecah listriknya, lalu disewakan dengan jutaan, tapi bayar listriknya subsidi, ini kan tidak sehat," ungkap Erick, Kamis (4/8/2022).
Pemerintah, lanjut Erick, memastikan akan terus mendorong agar subsidi listrik tepat sasaran. Dia menegaskan pemerintah tidak akan terus-menerus menyubsidi listrik terhadap orang-orang kaya. Inilah yang membuat pemerintah menaikkan tarif listrik 3.500 VA dan di atasnya.
"Pemerintah tidak mungkin akan terus menyubsidi orang mampu. Seperti PLN, kenapa yang 3.500 VA ke atas harus naik," kata dia.
Lihat Juga :