Sri Mulyani Mulai Fokus pada Dampak Konflik China-Taiwan
Minggu, 07 Agustus 2022 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, kebijakan negara maju. Sri mengatakan, jika Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya secara lebih agresif dapat menaikkan inflasi yang berakibat pada pertumbuhan ekonomi hingga ke negara berkembang.
“Jadi itu yang harus kita hadapi. Spill over dari negara-negara advance dari ekonomi maupun policy yang mereka adopsi,” jelas Sri.
Tantangan kedua yang lebih sulit diprediksi yaitu konflik geopolitik. Jika sebelumnya fokus konflik Ukraina-Rusia, kini terdapat pula konflik di Taiwan.
Selanjutnya, tantangan ketiga yaitu perubahan iklim. Sri mencontohkan nyatanya dampak perubahan iklim ini seperti terjadinya kekeringan di banyak negara di Afrika, yaitu Madagaskar, suhu di India yang bisa mematikan, mencapai 41 derajat celcius, adanya heat wave di Eropa, dan kebakaran hutan di Australia.
Baca juga: Buka File CCTV dan Ponsel yang Hilang, 2 Software Ini Jadi Kuncian Digital Forensik
“Jadi itu yang harus kita hadapi. Spill over dari negara-negara advance dari ekonomi maupun policy yang mereka adopsi,” jelas Sri.
Tantangan kedua yang lebih sulit diprediksi yaitu konflik geopolitik. Jika sebelumnya fokus konflik Ukraina-Rusia, kini terdapat pula konflik di Taiwan.
Selanjutnya, tantangan ketiga yaitu perubahan iklim. Sri mencontohkan nyatanya dampak perubahan iklim ini seperti terjadinya kekeringan di banyak negara di Afrika, yaitu Madagaskar, suhu di India yang bisa mematikan, mencapai 41 derajat celcius, adanya heat wave di Eropa, dan kebakaran hutan di Australia.
Baca juga: Buka File CCTV dan Ponsel yang Hilang, 2 Software Ini Jadi Kuncian Digital Forensik
Lihat Juga :