10 Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia 2022, Sebulan Kantongi Ratusan Juta
Senin, 08 Agustus 2022 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Masalah Gaji, 700 Lebih Pekerja Amazon Mengundurkan Diri
3. Country Sales Manager
Profesi ini bertugas memimpin tim penjualan di perusahaan. Apabila ia berhasil mencapai target perusahaan, kompensasi yang diraih pun akan sangat besar. Tak heran, orang dengan profesi ini berpotensi membawa pulang gaji sebesar Rp175 juta sebulan.
4. Vice President of Government Relation
Banyaknya perusahaan rintisan berbasis teknologi atau startup mendorong semakin berkembangnya profesi ini. Pasalnya, jika ingin berkembang, perusahaan startup harus memiliki penghubung yang memiliki pengetahuan industri dan dapat bernegosiasi secara baik dengan pemerintah. Dengan perannya ini, seorang Vice President of Government Relation bisa mengantongi gaji sekitar Rp170 juta dalam sebulan.
5. Vice President of Data Science
Selain ahli dalam menggunakan data untuk mencapai tujuan bisnis, seorang Vice President Data Science juga harus memiliki kecakapan dalam memimpin tim dan mengelola kebutuhan klien.
Dengan tanggung jawab yang tidak ringan itu, jabatan Vice President of Data Science bisa mendapat bayaran Rp150 juta per bulan. Seiring kian banyaknya bisnis yang ingin membangun tim data science dan analitik, para profesional teknologi informasi dengan kemampuan di bidang ini akan sangat dibutuhkan.
6. Director of Corporate Strategy (Kepala Strategi Perusahaan)
Head atau Director of Corporate Strategy in Business & Financial Services bisa mendapat penghasilan sekitar Rp150 juta per bulan.
Profesi ini memimpin jalannya bisnis dan mendorong upaya strategis untuk mencapai tujuan pengembangan bisnis jangka panjang.
Baca juga: Segini Cicilan Bulanan Motor Aprilia dan Moto Guzzi, Gaji UMR Minggir Dulu!
7. Direktur Proyek
Direktur Proyek bertanggung jawab untuk mengelola proyek-proyek rekayasa atau teknik (seperti desain dan konstruksi) rata-rata bisa meraup sekitar Rp150 juta setiap bulan. Posisi ini harus paham pada isu-isu strategis yang berkaitan dengan optimalisasi biaya, reformasi pajak, efisiensi proses dan perubahan iklim.
3. Country Sales Manager
Profesi ini bertugas memimpin tim penjualan di perusahaan. Apabila ia berhasil mencapai target perusahaan, kompensasi yang diraih pun akan sangat besar. Tak heran, orang dengan profesi ini berpotensi membawa pulang gaji sebesar Rp175 juta sebulan.
4. Vice President of Government Relation
Banyaknya perusahaan rintisan berbasis teknologi atau startup mendorong semakin berkembangnya profesi ini. Pasalnya, jika ingin berkembang, perusahaan startup harus memiliki penghubung yang memiliki pengetahuan industri dan dapat bernegosiasi secara baik dengan pemerintah. Dengan perannya ini, seorang Vice President of Government Relation bisa mengantongi gaji sekitar Rp170 juta dalam sebulan.
5. Vice President of Data Science
Selain ahli dalam menggunakan data untuk mencapai tujuan bisnis, seorang Vice President Data Science juga harus memiliki kecakapan dalam memimpin tim dan mengelola kebutuhan klien.
Dengan tanggung jawab yang tidak ringan itu, jabatan Vice President of Data Science bisa mendapat bayaran Rp150 juta per bulan. Seiring kian banyaknya bisnis yang ingin membangun tim data science dan analitik, para profesional teknologi informasi dengan kemampuan di bidang ini akan sangat dibutuhkan.
6. Director of Corporate Strategy (Kepala Strategi Perusahaan)
Head atau Director of Corporate Strategy in Business & Financial Services bisa mendapat penghasilan sekitar Rp150 juta per bulan.
Profesi ini memimpin jalannya bisnis dan mendorong upaya strategis untuk mencapai tujuan pengembangan bisnis jangka panjang.
Baca juga: Segini Cicilan Bulanan Motor Aprilia dan Moto Guzzi, Gaji UMR Minggir Dulu!
7. Direktur Proyek
Direktur Proyek bertanggung jawab untuk mengelola proyek-proyek rekayasa atau teknik (seperti desain dan konstruksi) rata-rata bisa meraup sekitar Rp150 juta setiap bulan. Posisi ini harus paham pada isu-isu strategis yang berkaitan dengan optimalisasi biaya, reformasi pajak, efisiensi proses dan perubahan iklim.
Lihat Juga :