Mendag Zulkifli Curhat ke Tante Lala: Saya di Pasar Selalu Diserbu Emak-emak

Kamis, 11 Agustus 2022 - 11:45 WIB
loading...
Mendag Zulkifli Curhat ke Tante Lala: Saya di Pasar Selalu Diserbu Emak-emak
Mendag Zulkifli Hasan curhat ke Tante Lala, kalau dulu sudah jadi salarna kemarahan emak-emak saat kunjungan ke pasar rakyat. Namun saat ini sudah jadi idola karena harga minyak goreng di pasaran terkendali. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) bercerita pengalamannya ketika melakukan kunjungan ke pasar rakyat . Katanya, saat ini sudah disenangi emak-emak karena harga minyak goreng di pasaran sudah terkendali.

"Rata-rata saya kalau di pasar selalu diserbu sama emak-emak. Dari (mereka) yang marah-marah sekarang (saya) jadi idola," ujarnya di live Instagram @tantelala_punyacerita, dikutip Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Lapor Pak Mendag! Harga Minyak Goreng Curah Naik Rp500-2.000 per Liter

Diketahui sebelumnya, saat harga minyak goreng melambung di pasaran berbulan-bulan, membuat para ibu rumah tangga resah. Namun kini diterangkan Kementerian Perdagangan bahwa harga telah stabil usai meluncurkan program minyak goreng curah rakyat dengan merek MINYAKITA yang bisa dibeli sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yakni Rp 14.000 per liter.

Bahkan, Mendag menerangkan, bersama jajarannya juga akan mengirimkan MINYAKITA ini ke Papua dan Maluku agar para ibu rumah tangga di sana juga bisa merasakan kesejahteraan memperoleh minyak goreng dengan harga yang murah.

"MINYAKITA akan saya kirimkan ke Maluku dan Papua. Jadi sekarang saya bersyukur harga-harga sudah mulai terkendali. Kemudian, ini bisa buat ibu-ibu tenang, ada harapan tentram, meski harga sedikit lebih mahal. Tapi sudah jauh turun dari sebelumnya," kata Mendag Zulhas.

Baca Juga: Kerek Harga TBS Sawit, Mendag Zulhas Siap Kirim 1 Juta Ton CPO ke China

Ia pun berpesan, apabila emak-emak memiliki keluhan mengenai minyak goreng, bisa langsung komplain kepada dirinya melalui crisis center Kementerian Perdagangan.

"Kalau ada keluhan, nanti ibu-ibu bisa komplain langsung ke Menteri Perdagangan. Kami mempunyai crisis center. Di situ bisa protes, bisa marah, sehingga kami bisa mengambil langkah-langkah yang tepat," ucap Zulhas.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1741 seconds (11.252#12.26)