Aliran Minyak Rusia lewat Pipa Druzhba Berhenti, 3 Negara Eropa Ini Kelabakan

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 11:18 WIB
loading...
Aliran Minyak Rusia...
Berhentinya aliran minyak mentah Rusia melalui pipa Druzhba membuat 3 negara Eropa berjibaku mencari pasokan alternatif. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Berhentinya aliran minyak mentah Rusia melalui pipa Druzhba membuat 3 negara Eropa berjibaku mencari pasokan alternatif. Pipa Druzhba bagian selatan, yang membawa minyak Rusia melintasi Ukraina ke kilang di Slovakia, Republik Ceko, dan Hongaria, berhenti memompa lima hari lalu.

Operator pipa milik negara Rusia, Transneft menerangkan, terputusnya pasokan minyak mentah dari Druzhba terkait masalah pembayaran. Shutdown aliran minyak Rusia lewat pipa Druzhba mengekspos ketergantungan Eropa bagian tengah sama seperti seluruh benua biru yang sedang berusaha untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak Rusia.

Baca Juga: Kesal Gas Tak Kunjung Pulih, Kanselir Jerman ke Rusia: Ambil Turbin Ini!

TransPetrol, yang mengoperasikan bagian dari pipa Druzhba yang berjalan melalui Slovakia, juga mengkonfirmasi bahwa aliran telah berhenti. Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko mengimpor rata-rata 318.000 barel per hari minyak mentah melalui Druzhba bulan lalu.

Angka itu naik dari 246.000 b/d pada Juli tahun lalu, menurut penyedia data Kpler. Biaya transit yang harus dibayar Transneft ke Ukraina diperkirakan mencapai sekitar USD1,61 per barel.

Seorang analis Kpler, Viktor Katona, mengatakan shutdown adalah masalah besar bagi Slovakia dan Republik Ceko pada khususnya. "Jika volume pipa tidak kembali dalam waktu yang relatif singkat -saya berbicara berhari-hari bukan minggu- maka mereka kehabisan stok," katanya.

Sementara itu Menteri perindustrian dan perdagangan Republik Ceko, Jozef Síkela mengatakan, pemerintahnya bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menyelesaikan situasi tersebut. "Beberapa hari ke depan akan terlihat apakah ini eskalasi lain dari perang energi oleh Rusia atau hanya masalah teknis dalam pembayaran," kata Jozef.

Rusia sebelumnya telah dituduh sengaja memotong ekspor energi ke Eropa untuk menekan Uni Eropa (UE) agar meringankan sanksi ekonomi nya. Moskow mengklaim pekan lalu bahwa mereka terpaksa membatasi pengiriman gas ke Eropa bagian utara melalui pipa Nord Stream 1 karena sanksi barat telah memblokir pengiriman turbin.

Baca Juga: Transneft Rusia: Ukraina Tutup Aliran Minyak ke Eropa Tengah karena Masalah Pembayaran

Kremlin juga mengatakan sanksi yang dilayangkan Barat bersama sekutunya lebih merugikan UE daripada Rusia dengan membatasi akses blok itu ke energi. "Negara-negara Eropa yang mencoba menghukum Rusia, akan membayar untuk hal itu," kata Dmitry Peskov, juru bicara presiden Vladimir Putin, pada hari Selasa, menurut kantor berita Rusia Interfax.

Peskov juga mengisyaratkan bahwa negara-negara Uni Eropa pada akhirnya akan mempertanyakan apakah mendukung Ukraina sepadan dengan pukulan bagi ekonomi mereka.

Selanjutnya MOL, yang mengoperasikan pipa Druzhba untuk bagian Hongaria mengatakan pihaknya memiliki "beberapa minggu" cadangan minyak yang dapat digunakannya jika diperlukan. Ia juga mengaku sedang mencari solusi, termasuk kemungkinan membayar biaya transit Ukraina itu sendiri.

Pipa Druzhba telah menjadi fitur utama dari infrastruktur energi Eropa sejak dibuka pada tahun 1964 sebagai cara bagi Uni Soviet untuk memasok sekutunya di blok Komunis.

Lantaran sangat pentingnya Pipa Druzhba, sehingga impor melalui pipa akan dibebaskan dari larangan UE untuk membawa minyak Rusia ke blok tersebut, yang mulai berlaku penuh pada bulan Desember. Sedangkan utara pipa Druzhba, yang berjalan melalui Belarus ke Polandia dan Jerman, belum terpengaruh oleh penghentian tersebut.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rekomendasi
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved