alexametrics

Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Saham Emiten Teknologi

loading...
Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Saham Emiten Teknologi
Wall Street ditutup menguat berkat kenaikan saham emiten teknologi. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat, membuka peluang reli pada Selasa ini, setelah hampir sebulan mengalami gejolak.

Melansir dari CNBC, Selasa (30/6/2020), indeks Dow Jones naik 580 poin berkat kenaikan 14,4% saham Boeing, dimana perusahaan penerbangan itu telah melakukan sertifikasi untuk pesawat Boeing 737 Max pada Senin kemarin.

Sementara itu, perbankan seperti Bank of America, CitiBank, JPMorgan dan Goldman Sachs mengatakan mereka akan melakukan pembagian dividen yang tetap sama seperti sebelumnya alias tidak ada pemangkasan dividen untuk kuartal ketiga depan.



Indeks S&P 500 juga mendulang kenaikan 1,5% dan Nasdaq bertambah 1,2% dibantu oleh kenaikan saham perusahaan teknologi seperti Netflix, Microsoft, Facebook dan Apple. Baca: Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19

Adapun saham produsen chip Micron melonjak 5% setelah laporan pendapatan mereka lebih baik dari perkiraan. Saham Lululemon juga naik hampor 4% setelah mereka menyatakan bakal mengakusisi perusahaan kebugaran Mirror senilai USD500 juta.

"Ini menjadi kekuatan pendorong akan harapan perbaikan ekonomi karena kinerja lima sektor terbaik, yaitu industri penerbangan, layanan komunikasi, sektor teknologi, industri pertahanan dan utilitas," kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di Leuthold Group.

Kenaikan baru-baru ini membuat Wall Street menuju kenaikan sebulan di Juni ini. Dow Jones telah naik 0,8%, dan S&P 500 menguat 0,3% pada bulan Juni ini. Nasdaq melesat 4% selama bulan ini berkat kenaikan saham-saham teknologi.

Pasar sendiri sedang mencermati hasil pertemuan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang membahas kebijakan moneter AS dalam merespons gelombang kedua virus corona asal China.
(bon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top