Profil Menteri Bahlil Lahadalia, Anak Kuli yang Diminta Jokowi Gaet Investasi Rp1.200 T

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 21:07 WIB
loading...
Profil Menteri Bahlil Lahadalia, Anak Kuli yang Diminta Jokowi Gaet Investasi Rp1.200 T
Menteri Bahlil Lahadalia lahir dari keluarga sederhana, dimana ayahnya adalah seorang kuli bangunan dan ibunya buruh cuci baju. Namun kini Ia jadi orang kepercayaan Presiden untuk mencari investasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bahlil Lahadalia yang lahir dari keluarga sederhana membuktikan bahwa dengan kerja keras apapun bisa dicapai. Masa kecil penuh perjuangan dilewati Bahlil yang mengantarkannya kini menjadi Menteri Investasi atauKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Target Besar Investasi di Pundak Bahlil

Bahlil Lahadalia lahir di Maluku pada 7 Agustus 1976, dimana ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan Ibunya menjadi buruh cuci pakaian. Bahlil sejak kecil sudah terbiasa cari duit sendiri, mulai dari jualan kue hingga menjadi kondektur.

"Ada ibu tangguh seorang tukang cuci dan berjualan kue yang membawa saya saat ini menjadi seorang menteri," kata Bahlil saat perayaan Hari Ibu pada akhir tahun 2021 kemarin.

Bahlil bercerita, setiap hari ibunya bangun tengah malah membuat kue kemudian paginya buruh cuci. Rutinitas itu dilakoni setiap hari dari tengah malam hingga menjelang maghrib baru pulang kerumah.

Sedangkan sang ayah menjadi kuli kasar atau buruh bangunan. Namun perjuangannya yang hebat dan tanpa pamrih membuat anaknya kini menjadi pengusaha sukses hingga mengantarkannya menjadi seorang Menteri Investasi dan Kepala BKPM.

"Bersyukur, seluruh anaknya bisa lulus kuliah S1-S2 dan kini menjadi Menteri Investasi. Itulah sejarah ibu saya yang hebat dan tangguh. Berkat doa dan perjuangannya sekarang saya bisa seperti ini," tuturnya.

Baca Juga: Jadi Negara Maju, Bahlil: Kalau UMR Cuma Rp4 Juta, sampai Ayam Tumbuh Gigi Enggak Akan Mungkin

Semasa kecil, Bahlil bersekolah di SD Inpres untuk kemudian berlanjut ke tingkat SMP dan SMA di Fakfak Papua Barat. Setelah lulus SMA, Bahlil melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Dia kuliah di Sekolah Tinggi Ekonomi Port Numbay Jayapura. Sedangkan gelar Magister didapatnya dari Universitas Cendrawasih, Jayapura.

"Dari Jayapura ke Fak-Fak itu saya naik kapal perintis. Muatannya ada ayam, kambing dan lain-lain. Ya saya kuliah di sana,” bebernya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1266 seconds (10.177#12.26)