Ada Peluang Rebound, Intip 3 Skenario Pergerakan IHSG Pekan Depan

Minggu, 14 Agustus 2022 - 08:10 WIB
loading...
Ada Peluang Rebound, Intip 3 Skenario Pergerakan IHSG Pekan Depan
Ada tiga skenario yang dapat menjadi peluang pergerakan IHSG pada pekan depan. Foto/MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu ditutup terkoreksi 0,43% di level 7.129. Tercatat 253 saham di zona merah, 174 stagnan, dan 262 lainnya bertahan menguat.

Secara teknikal, setidaknya terdapat tiga skenario yang dapat menjadi peluang pergerakan IHSG pada pekan depan.

"Kita lihat mungkin ke depan dengan pola yang terbentuk, kita melihat ada pola rising wedge, atau pola diagonal yang terbentuk di awal dari tren bullish," kata Technical Analyst Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova dalam 2nd Session Closing, dikutip Minggu (14/8/2022).

Baca juga: Transaksi Perdagangan Capai Rp12,2 Triliun, IHSG Hari Ini Ditutup Loyo

Skenario pertama, apabila IHSG mampu bertahan di atas level 7.082, Ivan menilai ada kemungkinan penguatan hingga mencapai area resisten di 7.200, sekaligus melejit hingga 7.232.

Kedua, jika IHSG bergerak melemah di bawah 7.082 namun masih bertahan di area 7.045-7.055, dinilai merupakan momen sideways bagi IHSG. "Artinya bisa ada rebound kembali untuk menguji ke level 7.160-7.180," jelas dia.

Ketiga, jika tekanan jual terhadap pasar masih cukup kuat yang kemudian menembus level support 7.022, Ivan memandang ada potensi koreksi agresif hingga 6.950.

Lebih lanjut Ivan menambahkan, penurunan pada Jumat (12/8) akhir pekan lalu merupakan respons aksi profit taking pasar terhadap reli indeks dalam beberapa hari terakhir, yang telah membuatnya naik 0,63% dalam sepekan.

Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 0,63% dan Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.333 Triliun

Kinerja emiten yang dibuktikan dengan penyampaian laporan keuangan kuartal kedua juga dinilai mulai berakhir. Ini menandakan pasar akan cenderung mengamankan keuntungannya dengan melakukan aksi jual.

Dari sisi global, inflasi Amerika Serikat yang menurun pada periode Juli 2022 sebesar 8,5% yoy juga dinilai menjadi katalis positif bagi pasar, yang setidaknya meredam eksepktasi bahwa Federal Reserve atau The Fed akan melanjutkan kebijakan suku bunga agresifnya.



"Kemungkinan pada rapat berikutnya, kenaikan suku bunga tidak seagresif yang direncanakan, terlebih di tengah ketidakpastian seperti ini, pelaku pasar masih akan mempertimbangkan untuk profit taking," pungkasnya.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1461 seconds (10.101#12.26)