Jika Tarif Ojol Jadi Naik, Ekonom: Blunder buat Driver
Senin, 15 Agustus 2022 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Papar Bhima, data Google Mobility di Jakarta per 10 agustus 2022 menunjukkan tingkat pergerakan masyarakat ke ritel atau pusat perbelanjaan masih minus 11%, ke stasiun transit minus 24%, dan ke perkantoran minus 7%. Sementara persaingan juga semakin ketat karena banyak pekerja formal yang beralih ke driver ojol akibat tekanan pandemi.
"Jadi kenaikan tarif seolah membantu pendapatan driver, tapi sebenarnya bisa blunder," tegasnya.
Baca juga: China Kerahkan 22 Pesawat Tempur dan 6 Kapal Perang ke Dekat Taiwan
Ia juga menilai, kenaikan tarif ojol akan berimbas pada kenaikan biaya pengiriman makanan dan barang. Sebab, kata dia, jika tarif antar-penumpang naik, otomatis semua jenis layanan lainnya akan ikut naik. Kondisi itu dapat merembet ke pelaku UMKM makanan dan minuman lantaran pembeli berkurang karena biaya ongkir lebih mahal.
"Jadi kenaikan tarif seolah membantu pendapatan driver, tapi sebenarnya bisa blunder," tegasnya.
Baca juga: China Kerahkan 22 Pesawat Tempur dan 6 Kapal Perang ke Dekat Taiwan
Ia juga menilai, kenaikan tarif ojol akan berimbas pada kenaikan biaya pengiriman makanan dan barang. Sebab, kata dia, jika tarif antar-penumpang naik, otomatis semua jenis layanan lainnya akan ikut naik. Kondisi itu dapat merembet ke pelaku UMKM makanan dan minuman lantaran pembeli berkurang karena biaya ongkir lebih mahal.
(uka)
Lihat Juga :