Harga Minyak Dunia Ambruk 3% ke Level Terendah, WTI Terjun di Bawah USD90
Rabu, 17 Agustus 2022 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Iran menanggapi proposal itu pada Senin malam, tetapi tidak ada pihak yang memberikan rincian. "Masih belum jelas apa yang dikatakan Iran kepada Uni Eropa tadi malam, sehingga beberapa item rumit mungkin berdampak pada hasil kesepakatan nuklir," kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Di saat yang sama, indikator pelemahan ekonomi membebani harga minyak acuan. Pembangunan rumah AS jatuh ke level terendah dalam hampir 1 -1,5 tahun di bulan Juli, terbebani oleh tingkat hipotek yang lebih tinggi dan kenaikan harga bahan bangunan. Hal ini menunjukkan pasar perumahan dapat berkontraksi lebih lanjut kuartal tiga.
"Pedagang minyak bereaksi karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan perumahan menggunakan energi," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures. "Itu mengejutkan kami," lanjut dia.
Baca Juga: Iran Kerek Harga Jual Minyak Mentah untuk Pembeli dari Asia pada September
Di sisi lain, bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman untuk mencoba menghidupkan kembali permintaan karena ekonomi di Negeri Tirai Bambu melambat secara tak terduga pada Juli setelah kebijakan nol Covid-19 dan krisis properti memperlambat aktivitas pabrik dan ritel.
Di saat yang sama, indikator pelemahan ekonomi membebani harga minyak acuan. Pembangunan rumah AS jatuh ke level terendah dalam hampir 1 -1,5 tahun di bulan Juli, terbebani oleh tingkat hipotek yang lebih tinggi dan kenaikan harga bahan bangunan. Hal ini menunjukkan pasar perumahan dapat berkontraksi lebih lanjut kuartal tiga.
"Pedagang minyak bereaksi karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan perumahan menggunakan energi," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures. "Itu mengejutkan kami," lanjut dia.
Baca Juga: Iran Kerek Harga Jual Minyak Mentah untuk Pembeli dari Asia pada September
Di sisi lain, bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman untuk mencoba menghidupkan kembali permintaan karena ekonomi di Negeri Tirai Bambu melambat secara tak terduga pada Juli setelah kebijakan nol Covid-19 dan krisis properti memperlambat aktivitas pabrik dan ritel.
Lihat Juga :