Produksi Surplus, Ekspor Jagung Lokal Terkendala Mesin Pengering

Jum'at, 19 Agustus 2022 - 20:42 WIB
loading...
Produksi Surplus, Ekspor...
Petani menjemur jagung di Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/8/2021). ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/rwa
A A A
JAKARTA - Produksi jagung dalam negeri mengalami surplus 3 juta ton sehingga berpotensi untuk diekspor. Namun, hal itu masih terkendala kurangnya mesin pengering.

"Jadi ketika panen secara bersama-sama itu jagung biasanya mengalami proses supply yang terlalu tinggi. Sementara ini kan jenis pangan yang harus kita keringkan, jadi kita perlu mesin pengering," ujar Kepala Divisi Pengadaan Komoditi Perum Bulog Budi Cahyato dalam dialog FMB9 Kominfo, Jumat (19/8/2022).

Oleh karena itu, kata Budi, saat ini Bulog tengah berupaya mempersiapkan semua kebutuhan pendukung ekspor jagung, termasuk mesin pengering/drier. Diperkirakan, Desember tahun ini mesin tersebut sudah tersedia.

Baca juga: Dapat Penghargaan Surplus Beras, Jokowi Akan Kejar Swasembada Jagung

"Beberapa drier sedang dibangun saat ini yang Insha Allah mungkin sekitar bulan Desember itu akan selesai," ungkapnya.

Selain jagung, Budi bilang Indonesia sebenarnya berpotensi ekspor beras. Sebab, Indonesia merupakan produsen terbesar kedua di dunia.



"Jadi menurut saya, Indonesia punya potensi untuk untuk melakukan ekspor hanya saja memang yang kita orientasikan nanti ekspor beras yang memang khusus yang ada di Indonesia. Misalnya, pandan wangi, rojo lele, dan mentik wangi atau mungkin beras mentik yang memang barangkali itu tidak ada di dunia," tuturnya.

Dia menambahkan, hal ini juga menjadi tantangan ke depan, di mana Bulog juga bisa ikut berperan membuka peluang ekspor ke negara-negara yang membutuhkan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Berita Terkini
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved