Pinjol Ilegal Mengintai, Pastikan Hanya Meminjam di Entitas Legal

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 11:11 WIB
loading...
Pinjol Ilegal Mengintai, Pastikan Hanya Meminjam di Entitas Legal
Pastikan hanya menggunakan jasa pinjol yang legal atau terdaftar di OJK. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Transaksi keuangan digital kian digandrungi lantaran memberikan kemudahan dan punya banyak keunggulan. Namun, bukan berarti tanpa risiko.

Camkan bahwa data diri bisa menjadi pintu gerbang penipuan dan kejahatan lainnya di era digital, termasuk risiko disalahgunakan oleh oknum pinjaman online atau pinjol ilegal . Untuk itu, perlu pemahaman dan kecakapan digital yang memadai.

Dalam webinar bertajuk “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), Senin (15/8), Founder 1001 Digitalpreneur Akbar Riandi menerangkan ihwal transaksi digital, yaitu pembayaran nontunai seperti mobile banking atau perangkat transaksi virtual lainnya.

“Tersedianya fasilitas ini membuat orang tidak perlu beranjak dari tempat duduk untuk bertransaksi, sehingga tak heran jika peminatnya pun terus meningkat,” ujarnya, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Baca juga: Awas! Banyak Anak Muda Terjerat Pinjol, Ini Penyebabnya

Namun, kata Akbar, diperlukan kecakapan dan pemahaman akan karakteristik pembayaran digital agar nyaman dan aman dalam bertransaksi digital.

“Menerapkan keamanan transaksi digital dapat mengantisipasi dampak buruk transaksi digital seperti penipuan dan peretasan akun,” tandasnya dalam webinar yang khususnya ditujukan untuk komunitas masyarakat di Kalimantan dan sekitarnya.

Akbar lantas memberikan sejumlah kiat agar aman bertransaksi digital. Antara lain gunakan media transaksi yang tepat dan legal, gunakan PIN atau password yang tidak mudah ditebak serta mengganti PIN dan password secara berkala. Selain itu, jangan berikan kode one time password (OTP) kepada siapapun dan jangan asal klik tautan mencurigakan.

“Pastikan hanya menginstal aplikasi pembayaran digital dari sumber resmi alias legal, dan ini bisa cek di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lalu, perbarui aplikasi pembayaran digital secara berkala,” saran Relawan TIK Bangka Belitung.

Dosen STAIN Majene Burhanuddin menambahkan, pemerintah sangat mendukung sistem pembayaran dengan teknologi digital dan upaya mendorong transaksi nontunai ini juga membuahkan hasil positif.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2310 seconds (11.210#12.26)