Menperin Sebut Harga Produk Mamin Mulai Naik, Mi Instan Bagaimana?

Senin, 22 Agustus 2022 - 21:07 WIB
loading...
Menperin Sebut Harga Produk Mamin Mulai Naik, Mi Instan Bagaimana?
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, produk makanan dan minuman (mamin) di dalam negeri sudah mulai ada kenaikan belakangan ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, produk makanan dan minuman (mamin) di dalam negeri sudah mulai ada kenaikan belakangan ini. Sebelumnya merebak isu kenaikan harga mi instan , lantaran pasokan gandum Ukraina mengalami masalah.

Baca Juga: Harga Mi Instan Bakal Makin Mahal, Kementan Ungkap Fakta Impor Gandum RI

Perihal mulai terjadinya kenaikan harga produk mamin, disampaikan Menperin setelah mendapat laporan dari studi yang dilakukan oleh Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi).

"Khusus harga jual kami ingin menyampaikan berdasarkan studi Gapmmi ada kenaikan harga jual 5-15%, akhir-akhir ini," ungkap Menperin Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (22/8/2022).

Dia mengatakan, kenaikan harga itu berhubungan dengan produk mamin yang menggunakan bahan baku dalam negeri. Sementara saat ini produk dalam negeri masih bersaing cukup ketat dengan produk olahan sejenis yang berbahan baku impor yang masih mendominasi.

Terkait produk mamin apa saja yang mengalami kenaikan, apakah termasuk mi instan? Agus tidak menjelaskan secara detail. Di sisi lain, Agus juga menuturkan bahwa saat ini Industri Kecil dan Menengah (IKM) masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan bahan baku.

Baca Juga: Pererat Hubungan dengan Indonesia, Uni Eropa Hadirkan 500 Produk Mamin

Sebab, bahan baku pangan berhubungan erat dengan kondisi musim. Jika memasuki masa panen, pasokan melimpah, namun sebaliknya jika tidak sedang masa panen, IKM terhambat bahan baku.

"Ketersediaan bahan baku pangan masih fluktuasi karena dipengaruhi oleh musim panen dan kualitas bibit," jelas Agus.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1431 seconds (10.55#12.26)