alexametrics

Kemendes Pulihkan Ekonomoi Desa dengan Teknologi Tepat Guna

loading...
Kemendes Pulihkan Ekonomoi Desa dengan Teknologi Tepat Guna
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) saat ini sedang fokus pada pemulihan ekonomi desa. Salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi tepat guna (TTG).

Untuk itu, bersama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), Kemdes mengadakan program "One Village One Innovation" yang memberikan pendampingan bagi 126 desa dengan catatan terfokus pada TTG.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, program serupa sebenarnya telah diresmikan olehnya di Kawasan Wisata Goa Pindul Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yaitu Bejiharjo Edupark yang merupakan Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal oleh Kementerian Desa dan PDTT.



Halim menjelaskan, inovasi desa itu terfokus pada teknologi tepat guna dan Pengembangan Ekonomi Lokal Program Inovasi Desa (PELPID). Dua hal ini juga perlu dilakukan pengembangan dengan menggandeng pihak lain yang miliki korelasi dengan program ini.

"Untuk itu, Kemendes PDTT harus persiapkan data yang solid dari sejumlah program TTG yang telah dilakukan dan memastikan model yang bakal dikembangkan," kata Halim dalam keterangan resminya, Selasa (1/6/2020).

Dirinya berharap TTG yang dikembangkan oleh badan usaha milik desa (BUMDes) terlebih dahulu diutamakan. Setelah itu, Kemdes tidak akan hanya fokus pada TTG yang dikembangkan oleh BUMDes, tetapi juga pengembangan lebih lanjut TTG di desa tersebut. (Baca:Menko Perekonomian: Desa Pantang Mundur Belanti Siam Pusat Ketahanan Pangan)

Pria yang biasa disapa Gus Menteri ini, menambahkan, Kemdes PDTT nantinya memiliki data yang solid untuk penentuan skala prioritas untuk dikembangkan dengan catatan memiliki daya ungkit ekonomi.

"Hal ini perlu segera dilakukan karena pasca-BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa, Kemendes PDTT harus bicara soal produktiftas ekonomi desa dan pedesaan," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya harus fokus pada pembangunan geliat ekonomi di desa dari berbagai sektor dan perspektif sebagai bagian dari pemulihan desa pasca-pandemi Covid-19.

Gus mencontohkan Desa Wisata salah satunya. Desa itu harus miliki standardisasi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan memang miliki daya tarik tinggi. Setelah itu, Kemendes pun bisa menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum untuk memiliki pembangunan fasilitas jalan agar lebih mudah terjangkau oleh pengunjung.

"Ini prioritas untuk segera dilakukan agar pasca-BLT Dana Desa ada langkah untuk daya ungkit ekonomi untuk pemulihan desa," pungkasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top