Masih Timpang, Pentingnya Menjaga Harga Sawit di Tingkat Petani
Sabtu, 03 September 2022 - 22:33 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Semakin pentingnya kedudukan minyak kelapa sawit (CPO) sebagai bahan baku produk pangan, oleokimia, dan bahan bakar nabati, sehingga menjadi penting untuk menjaga kestabilan harga CPO domestik. Lantaran, pergerakan harga CPO ini juga turut berdampak pada pergerakan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani.
"Naik turunnya harga CPO berlangsung harian. Cukup banyak faktor-faktor yang mempengaruhi harga CPO, terutama dari fundamental yang terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal," kata Kepala Bagian Bursa dan Pengembangan Bisnis PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Andrial Saputra dalam temu wicara bertajuk Apa yang Mempengaruhi Harga CPO, di Jakarta, Jumat (3/9/2022).
Lebih lanjut, penetapan harga komoditas di Indonesia, termasuk CPO, yakni dengan menggunakan tiga pendekatan utama di antaranya supply and demand approach, market approach, dan cost oriented approach. Data KPBN mencatat bahwa pergerakan harga CPO sepanjang 2019 hingga akhir 2021 cukup solid berada di tren penguatan, dengan harga agregat tiap tahun mengalami kenaikan yang cukup solid.
Tren strong bullish CPO pada 2021, dijelaskan Andrial Saputra disebabkan, potensi produksi global yang melambat akibat kekurangan tenaga kerja di Malaysia, kondisi ekspor yang masih solid akibat beberapa negara melonggarkan kebijakan lockdown, kebijakan pemerintah India yang memotong pajak impor CPO, dorongan persaingan harga minyak kedelai, serta adanya prediksi dari para ahli bullish dunia terkait pergerakan harga CPO yang positif hingga 2022.
Baca Juga: Tarif Pungutan Ekspor Gratis untuk CPO dan Turunannya Diperpanjang
"Naik turunnya harga CPO berlangsung harian. Cukup banyak faktor-faktor yang mempengaruhi harga CPO, terutama dari fundamental yang terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal," kata Kepala Bagian Bursa dan Pengembangan Bisnis PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Andrial Saputra dalam temu wicara bertajuk Apa yang Mempengaruhi Harga CPO, di Jakarta, Jumat (3/9/2022).
Lebih lanjut, penetapan harga komoditas di Indonesia, termasuk CPO, yakni dengan menggunakan tiga pendekatan utama di antaranya supply and demand approach, market approach, dan cost oriented approach. Data KPBN mencatat bahwa pergerakan harga CPO sepanjang 2019 hingga akhir 2021 cukup solid berada di tren penguatan, dengan harga agregat tiap tahun mengalami kenaikan yang cukup solid.
Tren strong bullish CPO pada 2021, dijelaskan Andrial Saputra disebabkan, potensi produksi global yang melambat akibat kekurangan tenaga kerja di Malaysia, kondisi ekspor yang masih solid akibat beberapa negara melonggarkan kebijakan lockdown, kebijakan pemerintah India yang memotong pajak impor CPO, dorongan persaingan harga minyak kedelai, serta adanya prediksi dari para ahli bullish dunia terkait pergerakan harga CPO yang positif hingga 2022.
Baca Juga: Tarif Pungutan Ekspor Gratis untuk CPO dan Turunannya Diperpanjang
Lihat Juga :