Potensi Bisnis Barang Meningkat, PT PELNI Gelar Audiensi dengan Pelanggan

Minggu, 04 September 2022 - 18:08 WIB
loading...
Potensi Bisnis Barang...
Direktur Utama PT PELNI Tri Andayani memberikan hadian undian kepada pelanggan muatan sekaligus pemilik perusahaan pengiriman barang Muhammad Rivai, asal Surabaya pada malam shipper gathering di JW Mariott Hotel, Surabaya, Jumat (2/9). Foto: PT Pelni
A A A
SURABAYA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar audiensi dengan sejumlah perusahaan pengirim barang asal Surabaya di JW Marriot Hotel, Surabaya, Jumat (2/9). Pertemuan ini digelar sebagai rangkaian dari cara Perusahaan merayakan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September.

Audiensi yang berjalan santai dan bersahabat. Dari PT PELNI turut hadir Komisaris Kristia Budiarto, Direktur Utama Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Yossianis Marciano, Kepala Cabang Surabaya Haeru Rijal dan sejumlah pimpinan PT PELNI dari Kantor Pusat Jakarta maupun perwakilan PELNI Cabang Surabaya.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, Kiat Pelni Lawan Angkutan Udara

Direktur Utama PT PELNI Tri Andayani merupakan penggagas pertemuan ini. Dirinya memandang penting untuk dapat mempertemukan manajemen tertinggi sebagi pembuat kebijakan dengan pelanggan Perusahaan sebagai penerima langsung dampak kebijakan dan sangat mempengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan jasa PELNI atau tidak.

"Makan malam berlangsung cair dan terbuka. Kami ingin mendengarkan langsung dampak kebijakan kami terhadap pelaku usaha di lapangan. Harus ada sinkronisasi antara kebijakan dengan kebutuhan pelaku usaha dengan prinsip saling menguntungkan. Kami berharap perusahaan pengiriman barang di manapun melihat keseriusan PT PELNI untuk terus memberikan yang terbaik," ujar Anda, sebutan akrab Tri Andayani.

Sementara itu, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Yossianis Marciano menyampaikan hal senada. Sebagai muara pergerakan barang ke wilayah tengah dan timur, sangat penting bagi PT PELNI untuk mendapatkan masukan dari para pengusaha pengirim barang di Surabaya.

"Pergerakan barang dari Surabaya sangat besar, sehingga masukan dari rekan-rekan di lapangan sangat krusial untuk melihat posisi kami di tengah banyaknya opsi jasa angkutan logistik. Uuntuk dapat bersaing secara kompetitif, kami harus tanggap mendengarkan masukan dan kebutuhan pelanggan, sehingga kami bsia cepat menyesuaikan diri," ungkap Yossianis.

Pada pertemuan tersebut, PT PELNI mengundang perwakilan perusahaan pengiriman barang untuk kapal penumpang maupun pelanggan muatan kapal tol laut.

Selama masa pandemi, di saat jumlah penumpang mengalami penurunan, tren bisnis muatan justru mengalami peningkatan. Untuk pengiriman muatan dengan kapal tol laut di tahun 2020 tercatat sebanyak 8.858 TEUs, sementara tahun 2021 jumlah muatan tol laut sebesar 12.872 TEUs atau naik 85,4 persen dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2022, hingga Juli tercatat 8.252 TEUs dimana jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 18,2 persen dari periode tahun sebelumnya (YoY).

"Bisnis angkutan barang tercatat menujukkan tren yang positif. Untuk kinerja tol laut sendiri. Sepanjang semester 1/2022, muatan tol layt menunjukan kenaikkan hingga 117 persen. Tiga wilayah dengan muatan tol laut terbesar masih didominasi oleh Surabaya, disusul oleh Ternate dan Bitung/Tahuna," tambah Yossianis.

PELNI mengoperasikan 10 kapal tol laut dimana kapasitas KM Lognus 1-5-6 sebesar 220 TEUs; KM Lognus 2-3-4 : 115 TEUs serta tipe KM Kendhaga 55 TEUs dengan rata-rata pengiriman sebanyak 1-2 kali per bulan. Surabaya menjadi home base terbesar bagi kapal-kapal Tol Laut karena letaknya yang strategis.

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut saat ini mengoperasikan 26 Kapal Penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Baca Juga: Optimis! Pelni Diprediksi Jumlah Penumpang Naik Desember Nanti

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 44 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP) di mana Kapal Perintis menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 Kapal Rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 10 trayek Tol Laut serta satu trayek khusus untuk angkutan ternak.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
Digitalisasi Maritim,...
Digitalisasi Maritim, Pelni dan DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne
Pakar Pelabuhan Kritik...
Pakar Pelabuhan Kritik Rencana Merger PELNI hingga Pelindo, Alihkan Beban Negara ke BUMN Komersial
Pelni Siapkan 639.635...
Pelni Siapkan 639.635 Tiket Periode Nataru, Penumpang Diprediksi Tembus 555.000
Tiket Kapal Pelni Diskon...
Tiket Kapal Pelni Diskon 18% Selama Periode Nataru 2025/26, Berlaku Hari Ini
Pelni Tegaskan Peran...
Pelni Tegaskan Peran Strategis dalam Mendukung Konektivitas Wilayah 3TP
PT Pelni Buka Lowongan...
PT Pelni Buka Lowongan Kerja Kelasi hingga Dokter, Batas Usia 45 Tahun
Lulusan Teknik Perkapalan...
Lulusan Teknik Perkapalan Merapat! Pelni Buka Lowongan hingga 25 September 2024
Sarjana Merapat! Pelni...
Sarjana Merapat! Pelni Buka Lowongan Kerja Terbaru untuk Lulusan S1 Semua Jurusan
Rekomendasi
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Infografis
Barat Dicap Munafik,...
Barat Dicap Munafik, Beri Sanksi tapi Tetap Bisnis dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved