Alasan Produk Iphone Diproduksi di China, Hubungan Erat yang Tak Terpisahkan
Rabu, 07 September 2022 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Singkatnya, China adalah "di mana sebagian besar pasar pertumbuhan berada," kata Gad Allon, direktur program manajemen dan teknologi di University of Pennsylvania yang penelitiannya berfokus pada rantai pasokan.
"Apple memiliki banyak alasan untuk tidak mengguncang 'perahu'," katanya, atau berisiko berakhir di sisi yang salah dari pemerintah China.
Sementara itu yang menjadi sinyal kekhawatiran terkait permintaan di negara itu, Apple minggu ini menawarkan diskon kepada pelanggan China senilai 600 yuan (USD89) untuk model iPhone terbarunya dengan waktu yang terbatas. Jarang bagi Apple untuk menawarkan promosi seperti itu.
Risiko Berkelanjutan
Penguncian Covid-19 atau lockdown yang ketat bukan satu-satunya potensi gangguan yang bisa dihadapi Apple di China.Ketegangan antara Beijing dan Washington atas Taiwan, pulau demokratis berpemerintahan sendiri yang telah lama diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkat secara signifikan usai kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.
Taiwan juga merupakan basis bagi beberapa pemasok utama Apple, termasuk Foxconn, Pegatron, dan Wistron, dan telah menjadi pusat global untuk chip semikonduktor yang digunakan pada sebagian besar perangkat elektronik.
"Sementara lockdown Covid akan memaksa beberapa perusahaan untuk mendiversifikasi lokasi manufaktur mereka, kebijakan nol-Covid tidak akan secara permanen merusak status China," kata Paul Triolo, wakil presiden senior di perusahaan penasihat strategis Dentons Global advisors, kepada CNN Business.
Eskalasi besar di Taiwan, di sisi lain, "akan menjadi rambu yang jauh lebih penting dalam menentukan masa depan China sebagai pusat manufaktur."
"Setiap gangguan pada rantai pasokan Taiwan karena konfrontasi militer juga akan berdampak besar pada operasional Apple," bebernya.
Untuk saat ini, Apple tampaknya tidak punya pilihan selain tetap berada di jalurnya. "China telah menjadi lebih mahal dalam beberapa tahun, tetapi apa yang terjadi pada tahun lalu adalah menjadi lebih fluktuatif," kata Allon.
"Karena itu, tidak mungkin pada tahap ini untuk menemukan tempat-tempat yang memiliki keterampilan dan volume untuk dapat memberikan apa yang dibutuhkan Apple," tandasnya.
"Apple memiliki banyak alasan untuk tidak mengguncang 'perahu'," katanya, atau berisiko berakhir di sisi yang salah dari pemerintah China.
Sementara itu yang menjadi sinyal kekhawatiran terkait permintaan di negara itu, Apple minggu ini menawarkan diskon kepada pelanggan China senilai 600 yuan (USD89) untuk model iPhone terbarunya dengan waktu yang terbatas. Jarang bagi Apple untuk menawarkan promosi seperti itu.
Risiko Berkelanjutan
Penguncian Covid-19 atau lockdown yang ketat bukan satu-satunya potensi gangguan yang bisa dihadapi Apple di China.Ketegangan antara Beijing dan Washington atas Taiwan, pulau demokratis berpemerintahan sendiri yang telah lama diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkat secara signifikan usai kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.
Taiwan juga merupakan basis bagi beberapa pemasok utama Apple, termasuk Foxconn, Pegatron, dan Wistron, dan telah menjadi pusat global untuk chip semikonduktor yang digunakan pada sebagian besar perangkat elektronik.
"Sementara lockdown Covid akan memaksa beberapa perusahaan untuk mendiversifikasi lokasi manufaktur mereka, kebijakan nol-Covid tidak akan secara permanen merusak status China," kata Paul Triolo, wakil presiden senior di perusahaan penasihat strategis Dentons Global advisors, kepada CNN Business.
Eskalasi besar di Taiwan, di sisi lain, "akan menjadi rambu yang jauh lebih penting dalam menentukan masa depan China sebagai pusat manufaktur."
"Setiap gangguan pada rantai pasokan Taiwan karena konfrontasi militer juga akan berdampak besar pada operasional Apple," bebernya.
Untuk saat ini, Apple tampaknya tidak punya pilihan selain tetap berada di jalurnya. "China telah menjadi lebih mahal dalam beberapa tahun, tetapi apa yang terjadi pada tahun lalu adalah menjadi lebih fluktuatif," kata Allon.
"Karena itu, tidak mungkin pada tahap ini untuk menemukan tempat-tempat yang memiliki keterampilan dan volume untuk dapat memberikan apa yang dibutuhkan Apple," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :