Tambah Kapal Penampung Minyak, BULL Rogoh Kocek Hingga USD300 Juta

Kamis, 02 Juli 2020 - 21:13 WIB
loading...
Tambah Kapal Penampung...
BULL tambah armada kapal tanker penampung minyak. FOTO/Ilustrasi.
A A A
JAKARTA - PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) mendatangkan kapal tanker berjenis Long Range 2 dari total delapan kapal tanker yang telah diserahterimakan tahun ini. Dengan pembelian kapal tersebut pertumbuhan perseroan sejak tahun lalu sampai sekarang mencapai 16 kapal dan berhasil meningkatkan kapasitas angkut efektif sebesar 142% dengan investasi sekitar USD300 juta.

"Sebagai perbandingan, dengan harga satu kapal baru kami bisa mendapatkan tiga kapal berusia 10-15 tahun. Sehingga kami dapat menghasilkan pendapatan tiga kali lipat untuk mengurangi resiko modal kami sebesar 80%. Dengan begitu, perseroan dapat mengembangkan armada dengan tetap menjaga rasio utang," ujar Direktur Utama BULL, Kevin Wong, di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

(BACA JUGA: Siapkan Dana Rp1,5 Triliun, Buana Lintas Lautan Tambah 8 Kapal)

Dia mengatakan sejak kuartal I 2020 perseroan telah menerima pengiriman tiga kapal tanker dengan total kapasitas sebesar 253.801 DWT. Penambahan kapal tersebut untuk memeperkuat armada perseroan menjadi 33 kapal dengan total kapasitas 2,3 juta DWT, di mana 17 kapal merupakan jenis LR2/Aframax dengan ukuran 80.000–119.999 DWT.

"Sementara kapal yang dibeli tersebut berukuran 109.647 DWT dengan panjang 245 meter. Dan hanya dari kuartal pertama sampai kuartal kedua tahun ini total kapasitas efektif telah meningkat sebesar 20%," jelas dia.

Dia menyebut perseroan membeli kapal tanker mid-cycle yang memiliki margin lebih tinggi dengan umur sekitar 10-15 tahun untuk meminimalisir resiko dan mengoptimalkan tingkat imbal balik. Pihakya yakkin pembelian kapal mid-cycle menekan resiko jauh lebih rendah dibandingkan dengan membeli kapal baru.

Sebelumnya, pihaknya juga telah mengembangkan armadanya dari delapan kapal tanker dengan total kapasitas 202.782 DWT pada tahun 2013 menjadi 2,3 juta DWT saat ini sambil secara bersamaan menurunkan rasio utang terhadap EBITDA menjadi setengahnya. "Ini suatu bukti nyata konsistensi arus kas dan profitabilitas yang kuat perseroan," jelasnya.

Ia berencana untuk melanjutkan pengembangan armadanya dengan prinsip kehati-hatian, mengingat posisi keuangan perseroan yang kuat dan peluang yang berkelanjutan dipasar domestik dan internasional. Memasuki tahun ini, pihaknya optimistis prospek usaha tetap tumbuh positif karena perkiraan dinamika permintaan dan pasokan kapal tanker kian ketat akibat dari rendahnya pemesanan pembangunan kapal baru dalam konstruksi dititik terendah selama lebih dari 20 tahun terakhir.

"Katalis ini kemudian menjadi lebih besar karena pandemi menyebabkan peningkatan permintaan kapal tanker digunakan sebagai tempat penyimpanan minyak terapung," kata dia.

Sebagai informasu, pada kuartal pertama 2020, pendapatan usaha BULL meningkat menjadi USD43,1 juta, naik 1,8 kali dari USD23,4 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, laba bersih BULL naik 4,8 kali dari USD4,1 juta menjadi USD19,7 juta.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Lolos dari Blokade AS,...
Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa China Tembus Blokade Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel Minyak Irak
Ditolak India, Kapal...
Ditolak India, Kapal Tanker 60.000 Ton LNG Rusia Terdampar di Dekat Singapura
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
MT Gamsunoro, Skema...
MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
Rekomendasi
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved