Kilang Minyak Rusia, Pemasok Utama Bahan Bakar Kota Berlin Dikuasai Jerman

Jum'at, 16 September 2022 - 22:58 WIB
loading...
Kilang Minyak Rusia,...
Jerman mengendalikan kilang minyak PCK milik perusahaan Rusia Rosneft di Schwedt, Jerman. Regulator federal Jerman mengambil alih kilang PCK di Schwedt, yang merupakan pemasok utama bahan bakar untuk kota Berlin. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Jerman mengendalikan kilang minyak PCK milik perusahaan Rusia Rosneft di Schwedt, Jerman. Rosneft Deutschland, perusahaan yang sebelumnya dimiliki oleh Rosneft ditempatkan di bawah perwalian untuk kilang minyak PCK.

Hal itu memberikan kuasa kepada regulator federal Jerman untuk mengambil alih kilang PCK di Schwedt, yang merupakan pemasok utamabahan bakar untuk kota Berlin.

Baca Juga: Surplus Anggaran Rusia Menyusut Dihantam Sanksi Barat dan Pemutusan Gas Eropa

Rosneft Deutschland, yang sebelumnya mayoritas dimiliki oleh Rosneft , telah menguji tekad Jerman untuk menghilangkan ketergantungan impor minyak dari Rusia pada akhir tahun di bawah sanksi Eropa untuk menghukum Moskow atas invasinya ke Ukraina.

"Dengan perwalian, ancaman terhadap keamanan pasokan energi dilawan dan fondasi penting telah ditetapkan untuk pelestarian dan masa depan Schwedt," kata kementerian ekonomi Jerman dalam sebuah pernyataan.

Rosneft Deutschland diungkapkan kementerian telah menyumbang sekitar 12% dari kapasitas pemrosesan minyak Jerman dan merupakan salah satu perusahaan pengolahan minyak terbesar di negara itu.

Baca Juga: Rusia Tutup Pasokan Gas, Jerman Rogoh Kocek hingga Rp957 Triliun

Langkah ini diyakini bakal memanaskan hubungan antara Jerman dan Rusia, yang belakangan tensinya meningkat. Meski begitu Kanselir Olaf Scholz dan Presiden Rusia Vladimir Putin, membahas situasi di Ukraina lewat panggilan telepon pada hari Selasa, lalu.

Sumber-sumber pemerintah Jerman telah mengatakan, menjelang pengumuman bahwa potensi penghentian segera pasokan minyak Rusia harus diperhitungkan dengan keputusan untuk menempatkan Rosneft Deutschland di bawah perwalian.

Kilang Schwedt yang terkurung daratan menjadi yang terbesar keempat di Jerman, dengan memasok 90% bahan bakar untuk ibu kota. Dimana Ia telah menerima semua minyak mentahnya dari Rusia melalui pipa Druzhba sejak pabrik itu dibangun pada 1960-an.

Bagian dari Polandia barat juga dipasok oleh Schwedt, seperti halnya Bandara Berlin-Brandenburg. Langkah tersebut disertai dengan "paket komprehensif" yang dirancang untuk memastikan minyak dapat dipasok ke kilang melalui rute alternatif, kata kementerian Jerman.

Belum diketahui siapa yang bakal turun tangan untuk menggantikan Rosneft sebagai operator kilang. Saham utama minyak Inggris Shell, yang memiliki 37,5% saham di Schwedt mengungkapkan ingin mundur sementara.

Verbio dan Enertrag, keduanya dari sektor energi terbarukan, telah menyatakan minatnya. Dengan perwalian tersebut, regulator Badan Jaringan Federal juga mengambil alih saham Rosneft Deutschland di kilang MiRo dan Bayernoil yang berlokasi masing-masing di Karlsruhe dan Vohburg.

Dijadwalkan Kanselir Scholz, Menteri Ekonomi Robert Habeck dan perdana menteri negara bagian Brandenburg akan mengungkap rincian paket tersebut.

Langkah pemerintah untuk menempatkan Rosneft Deutschland di tangan Badan Jaringan Federal mengikuti langkah serupa oleh Berlin dengan SEFE yang sebelumnya dikenal sebagai Gazprom Germania. Mereka berada di bawah perwalian setelah Gazprom membuangnya pada bulan April.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Berita Terkini
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved