2 Tahun Vakum, Kapal Tol Laut Kembali Berlayar Angkut Logistik

Selasa, 20 September 2022 - 08:51 WIB
loading...
2 Tahun Vakum, Kapal...
Kapal tol laut KM Logistik Nusantara 4 milik PT Pelni kembali singgah di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, setelah vakum selama dua tahun. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, Kapal tol laut KM Logistik Nusantara 4 milik PT Pelni kembali singgah di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Baca juga: Ali Masykur Musa: Tol Laut Terbukti Sukses Turunkan Disparitas Harga

Ini merupakan pelayaran perdana kembali kapal Tol Laut di daerah tersebut. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Hendri Ginting mengatakan, kehadiran kembali Tol Laut di wilayah Kijang, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan wilayah lainnya yang dilalui trayek T-3.



Hendri berharap, dengan hadirnya Tol Laut ini dapat meningkatkan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi dan menurunkan disparitas harga khususnya di wilayah 3TP, mengingat daerah setempat sangat bergantung dengan Pulau Jawa, terutama dari segi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat setempat.

Baca juga: Cilegon Gempar, Ratusan Jasad Ditemukan Masih Utuh Setelah Terkubur Puluhan Tahun

"Sehingga dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, dan juga mendapatkan harga yang murah karena barang-barangnya bisa sampai ke daerah dengan jadwal yang tetap dan teratur," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/9/2022).

Selain itu, Hendri juga meminta pemerintah daerah untuk aktif mendorong potensi-potensi daerahnya sehingga dapat menjadi muatan balik Tol Laut. Trayek T-3 memiliki rute pelayanan yang berpangkalan di Tanjung Priok - Kijang – Letung – Tarempa – Pulau Laut – Selat Lampa – Subi – Serasan – Midai – Kijang – Patimban dan kembali lagi ke Tanjung Priok.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Junaidi saat menyambut KM Logistik Nusantara 4 di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang mengatakan, kapal tersebut memuat 100 kontainer berisi barang-barang penting dan kebutuhan pokok seperti semen, besi, ayam beku, mangga dan mineral air dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Tangis Pecah di Pinrang Lihat Ibu Gantung Diri usai Diduga Racun 2 Anaknya

Kapal tol laut KM Logistik Nusantara 4 ini berangkat dari pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, lalu singgah ke Kijang, Tarempa, Letung, Selat Natuna (Kepri), lalu kembali lagi ke Patimban dengan memakan waktu perjalanan sekitar 23 hari.

"KM Logistik Nusantara 4 mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk memfasilitasi distribusi barang penting dan kebutuhan pokok ke daerah terpencil, terluar, dan perbatasan, khususnya di Kepri," ujar Junaidi.

Program tol laut ini menekan biaya transportasi pengiriman barang-barang ke Kepri, sehingga nantinya barang yang dibeli masyarakat menjadi lebih murah. Selain itu, Tol Laut juga menekan disparitas harga kebutuhan pokok di pulau-pulau terluar Kepri, seperti Anambas, dan Natuna, yang selama ini harganya relatif lebih tinggi dibanding daerah perkotaan.

Baca juga: Air Mata Jamintel Menitik saat Jemput Jenazah Putranya

"Efek tol laut membuat harga sembako jadi lebih murah. Ini juga sejalan dengan kebijakan Bapak Presiden Jokowi untuk menekan inflasi di tengah krisis global yang tengah terjadi," ujar Junaidi.

Junaidi menyampaikan, jika masyarakat, pengusaha sembako hingga agen kargo sangat antusias menyambut kembali hadirnya kapal tol laut di Bumi Segantang Lada itu, guna mempermudah mendatangkan maupun mengirimkan barang kebutuhan pokok dari satu daerah ke daerah lainnya.

Khusus di Pulau Natuna, sambungnya, para pengusaha perikanan di daerah perbatasan laut China Selatan itu ingin memanfaatkan kapal tol laut untuk menjual hasil tangkapan nelayan lokal ke Pulau Jawa. "Semoga program tol laut ini berjalan lancar, sehingga berdampak pada roda perekonomian Kepri, apalagi di pulau-pulau terluar," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
841 Unit Kapal Siaga...
841 Unit Kapal Siaga di Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Angkut 3,2 Juta Penumpang
Membaca Urgensi Jalur...
Membaca Urgensi Jalur Khusus Logistik di Kawasan Industri
Kepercayaan Pelanggan...
Kepercayaan Pelanggan Menguat, Angkutan Kontainer KAI Logistik Tumbuh 8%
Perluas Jangkauan Layanan,...
Perluas Jangkauan Layanan, Operasional BGR Logistik Makin Kuat di Madura
Lima Tahun Berjalan,...
Lima Tahun Berjalan, KiriminAja Membangun Logistik Terintegrasi
17.238 Tiket Kapal Gratis...
17.238 Tiket Kapal Gratis Tersebar di 55 Ruas Pelayaran, Catat Cara Daftarnya
Konektivitas Laut Nasional
Konektivitas Laut Nasional
Program Tol Laut, Pemerintah...
Program Tol Laut, Pemerintah Diminta Pertegas Fungsi Dinas Perdagangan Daerah
JICT Komitmen Jaga Kelancaran...
JICT Komitmen Jaga Kelancaran Logistik Nasional di 2026
Rekomendasi
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved