Setahun Merger Pelindo Hadirkan Wajah Baru yang Efisien dan Produktif

Selasa, 20 September 2022 - 22:39 WIB
loading...
A A A
Pelindo, kata dia, juga harus memperkuat digitalisasi dalam rangka otomasi, Karena dengan memaksimalkan otomasi dan digitalisasi, akan menghemat banyak biaya.

"Juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait insentif apa yang bisa didapat, Apalagi, Pelindo memiliki cita-cita menjadi hub penting di Asia. Ini perlu kapasitas yang besar di pelabuhan, kecepatan handling kargo, paperlerss, output-nya seefisien mungkin sehingga membuat daya saing meningkat,"tutupnya.

Pelindo sendiri, terus memperkuat kinerjanya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Awal bulan ini, Pelindo dan Port of LA berdiskusi tentang rencana pengembangan kerjasama yang sebelumnya telah diinisiasi melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada 2019 lalu.

“Prospek kerja sama akan lebih terbuka kedepan bersama Port of LA, termasuk dalam memperluas lingkup kerjasama dalam bidang green port,” ujar Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono dalam keterangan resminya. Selain rencana pengembangan dan inovasi dalam bidang green energy dan teknologi, kerjasama juga meliputi kelancaran flow of cargo antar pelabuhan di Jakarta dan di Los Angeles, kerjasama bidang pelatihan dan port expertise dan human capital development.

“Kami harap kolaborasi yang baik ini dapat memberikan dampak yang optimal dalam upaya peningkatan pelayanan dan konektivitas pelabuhan kedepannya, termasuk dalam mengatasi tantangan terkait regulasi, Change Management dan keterlibatan antar stakeholders,” kata Arif.

Selain dengan Port of LA, Pelindo dan Konsorsium Indonesia Investment Authority (INA) juga menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan Belawan New Container Terminal (BNCT).

Melalui kerja sama pengelolaan antara Pelindo dan Konsorsium INA, kapasitas BNCT yang saat ini tercatat sebesar 600 ribu TEUs, akan meningkat hingga dua setengah kali lipat menjadi 1,4 juta TEUs dalam enam tahun ke depan. Kenaikan tersebut pun akan memantapkan posisi Pelabuhan Belawan sebagai salah satu main gateway (gerbang utama) lalu lintas logistik di Selat Malaka.

“Salah satu target Pelindo pascamerger adalah mendukung pengembangan infrastruktur pelabuhan yang lebih terkoordinasi, sehingga dapat memperkuat konektivitas maritim dan hilirisasi industri,”ungkap Arif.

Kerja sama Pelindo dengan Konsorsium INA ini akan mengakselerasi pengembangan Pelabuhan Belawan dengan standar layanan internasional, yang memungkinkannya untuk meningkatkan peran dari pelabuhan feeder menjadi pintu gerbang logistik di Sumatera bagian utara.

“Dengan demikian, pelabuhan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk-produk unggulan Pulau Sumatera dan berkontribusi pada penurunan biaya logistik secara bertahap,” imbuhnya.

Di sisi lain, anak usaha Pelindo yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk. (IPCC) melakukan ekspansi pengelolaan terminal di pelabuhan di luar Jakarta. IPCC kini mengoperasikan terminal di pelabuhan Belawan, Makassar, dan Pontianak. IPCC juga gencar berkolaborasi dengan pelaku usaha di ekosistem automotif nasional.

Ekspor mobil dari terminal khusus ekspor kendaraan bermotor yang dioperasikan IPCC di Tanjung Priok, Jakarta Utara terus meningkat.

Menurut Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan Rio TN Lasse, pihaknya terus memperkuat ekosistem pelabuhan dan ekosistem automotif nasional.

“Cita-cita kami ke depan dapat memberikan total solution dengan mengintegrasikan aktivitas di ekosistemdistribusi terminal untuk menciptakan efisiensi dan reliabilitas di sepanjang mata rantai bisnis otomotif. Pada akhirnya akan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional kita. Di sisi lain, dengan perkembangan bisnis yang ada sudah saatnya IPCC mengepakkan sayap bisnisnya lebih jauh sesuai tema korporasi Beyond The Gate,”tuturnya.

Pengoperasian terminal kendaraan di Belawan, Pontianak dan Makassar diproyeksikan akan membuat industri automotif nasional menjadi efisien. Saat ini dari pelabuhan Tanjung Priok, produsen mobil seperti Hyundai, Toyota, Honda mengekspor beberapa model. Diantaranya Creta, Fortuner, BRV, dan model-model lain, juga dari pabrikan lain.

Rio mengatakan, seiring dengan telah bergabungnya Pelindo 1,2,3 dan 4 dan kini menjadi Pelindo maka kian terbuka peluang untuk ekspansi bisnis bagi IPCC. IPCC sendiri, meatok target mampu menghadirkan pengoperasian terminal kendaraan yang layak secara komersial di setiap area Pelindo.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger Empat Perusahaan Pengelola Aset BUMN
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas RI-India, Prabowo Dukung Pembangunan Pelabuhan di Andaman dan Nikobar
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
Rekomendasi
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Dokter Ungkap Penentu...
Dokter Ungkap Penentu Jenis Kelamin Bayi Bukan dari Ibu, tapi Ayah
Berita Terkini
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved