Menko Airlangga Pastikan LPG 3 Kg Tidak Akan Digantikan Kompor Listrik Tahun Ini
Jum'at, 23 September 2022 - 19:29 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, program konversi gas melon alias LPG 3 kg ke kompor listrik induksi belum berlaku untuk tahun 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, program konversi gas melon alias LPG 3 Kg ke kompor listrik induksi belum berlaku untuk tahun 2022. Menurut dia, pertimbangan tersebut diambil setelah pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan.
"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan terkait konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi, dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor lpg menjadi kompor listrik induksi," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/9/2022).
Baca Juga: LPG 3 Kg Bakal Diganti Kompor Listrik, DPR: Jangan Menambah Beban Warga Miskin
"Program tersebut tidak akan diberlakukan tahun 2022. Namun dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022," tambahnya.
Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR terkait program tersebut belum dibicarakan. Artinya belum ada persetujuan dari DPR. Airlangga menuturkan, program kompor listrik ini masih dalam tahap uji coba atau prototipe sebanyak 2 ribu unit.
"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan terkait konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi, dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor lpg menjadi kompor listrik induksi," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/9/2022).
Baca Juga: LPG 3 Kg Bakal Diganti Kompor Listrik, DPR: Jangan Menambah Beban Warga Miskin
"Program tersebut tidak akan diberlakukan tahun 2022. Namun dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022," tambahnya.
Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR terkait program tersebut belum dibicarakan. Artinya belum ada persetujuan dari DPR. Airlangga menuturkan, program kompor listrik ini masih dalam tahap uji coba atau prototipe sebanyak 2 ribu unit.
Lihat Juga :