Mau Pakai Kompor Listrik, Golongan 450 VA Harus Tambah Daya

Sabtu, 24 September 2022 - 09:37 WIB
loading...
Mau Pakai Kompor Listrik,...
Ilustrasi kompor listrik. Foto/pexels/katerina holmes
A A A
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa uji coba kompor listrik atau kompor induksi gratis akan dilakukan secara acak.

Sebetulnya, kata dia, golongan yang bisa menyerap listrik tambahan karena hadirnya kompor listrik ini adalah kelompok masyarakat menengah atas. Namun, pihaknya juga akan menyalurkannya ke kelompok masyarakat bawah untuk melihat responsnya.

"Jadi kalau yang sekarang diuji coba untuk masyarakat ya kita random, tetapi memang yang sebetulnya bisa meng-absorb nanti daya listrik tambahan dengan bayar itu ya menengah ke atas kan, dan menengah ke atas itu kan pada umumnya juga suka (kompor listrik) kan. Nah, yang masyarakat bawah dicoba beberapa yang paket percobaan ini, itu suka atau nggak? kalau suka nanti kita lihat skemanya," paparnya di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Viral! Kritik Pemerintah soal Penggunaan Kompor Listrik, Mulan Jameela Tuai Dukungan dari Netizen

Terkait apakah pelanggan golongan 450VA memungkinkan menggunakan kompor listrik, menurut Arifin seharusnya dayanya ditambah. "Harus ditambah dayanya," tukasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan membagikan paket kompor listrik gratis kepada 300.000 rumah tangga.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan keluarga penerima paket kompor listrik ini yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Rencana itu akan diberikan bertahap pada tahun ini. Paket kompor listrik itu terdiri dari kompor listrik, satu alat masak dan satu Miniature Circuit Breaker (MCB) atau jalur daya khusus untuk kompor listrik.

"Rencananya tahun ini 300 ribu (penerima). Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya dinaikin," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI.

Sebagaimana diketahui, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program konversi gas melon alias LPG 3 kg ke kompor listrik induksi belum berlaku untuk tahun 2022. Menurut dia, pertimbangan tersebut diambil setelah pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan.

"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan terkait konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi, dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor LG 3 kg menjadi kompor listrik induksi," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Menko Airlangga Pastikan LPG 3 Kg Tidak Akan Digantikan Kompor Listrik Tahun Ini

"Program tersebut tidak akan diberlakukan tahun 2022. Namun dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022," tambahnya.

Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR terkait program tersebut belum dibicarakan. Artinya belum ada persetujuan dari DPR.

Airlangga menuturkan, program kompor listrik ini masih dalam tahap uji coba atau prototipe sebanyak 2 ribu unit. Pemerintah sendiri sendiri berencana membagikan sebanyak 300 ribu kompor listrik.



Adapun uji coba ini dilaksanakan di Bali dan Solo. Menurut Airlangga, hasil dari uji coba akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

"Program kompor listrik induksi ini masih uji coba atau prototipe sebanyak 2 ribu unit dari rencana 300 ribu unit, yang akan dilaksanakan di Bali dan Solo. Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan," tuturnya.

Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta mensosialisasikan kepada masyarakat sebelum diberlakukan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
4,8 Juta Pelanggan PLN...
4,8 Juta Pelanggan PLN di Pulau Sumatera Masih Terdampak Mati Listrik Serempak
Jakarta Mati Listrik...
Jakarta Mati Listrik Massal, Kementerian ESDM Bakal Usut Penyebabnya
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Rekomendasi
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Tarif Listrik Golongan...
Tarif Listrik Golongan Non Subsidi yang Naik 1 Juli 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved