Setelah Harga Naik Pertalite Dituding Lebih Boros, Pertamina: Itu Faktor Psikologis
Selasa, 27 September 2022 - 17:41 WIB
loading...
Setelah harganya naik, Pertalite dianggap lebih boros dan warnanya berubah. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Terkait ramainya isu bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dianggap lebih boros dan warnanya pun berubah, Pertamina memberikan penjelasan. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyebut, jika warna BBM tidak berpengaruh terhadap performa, alias boros atau tidaknya.
Baca juga: Pertalite Dituding Makin Boros, Pertamina Diminta Tak Tinggal Diam
"Tadi Pertalite yang sudah kita simpan sampelnya. Satu tahun lebih warnanya tidak berubah, memang ada warna kehijauan seperti itu. Jadi itu sampel yang sesuai warnanya dan kami tegaskan juga bahwa warna itu tidak berimplikasi terhadap performa atau spesifikasi dari BBM itu sendiri," kata Irto di Integrated Terminal Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (27/9/2022).
Dia menuturkan, sampel Pertalite yang sudah disimpan selama satu tahun tidak mengalami pengurangan performa. Ini sekaligus menepis anggapan yang menyebut Pertalite lebih boros dan cepat menguap setelah harganya naik.
Sementara itu, Eksekutif GM Regional Jawa Bagian Barat, Waljiyanto, berpendapat yang membuat Pertalite terasa lebih boros lebih kepada faktor psikologis. Pasalnya, setelah harga naik, dengan jumlah pembelian yang sama akan berubah takarannya dibanding sebelum naik.
“Dulu kan orang patokannya beli literan. Biasa harga segitu dapat satu liter, kemudian sekarang beda takarannya, secara psikologis ngerasa lebih boros," ungkapnya.
Irto menjamin BBM yang didistribusikan ke masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pemerintah. Di luar itu, ada regulator yang melakukan sampling secara acak.
Baca juga: Pertalite Dituding Makin Boros, Pertamina Diminta Tak Tinggal Diam
"Tadi Pertalite yang sudah kita simpan sampelnya. Satu tahun lebih warnanya tidak berubah, memang ada warna kehijauan seperti itu. Jadi itu sampel yang sesuai warnanya dan kami tegaskan juga bahwa warna itu tidak berimplikasi terhadap performa atau spesifikasi dari BBM itu sendiri," kata Irto di Integrated Terminal Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (27/9/2022).
Dia menuturkan, sampel Pertalite yang sudah disimpan selama satu tahun tidak mengalami pengurangan performa. Ini sekaligus menepis anggapan yang menyebut Pertalite lebih boros dan cepat menguap setelah harganya naik.
Sementara itu, Eksekutif GM Regional Jawa Bagian Barat, Waljiyanto, berpendapat yang membuat Pertalite terasa lebih boros lebih kepada faktor psikologis. Pasalnya, setelah harga naik, dengan jumlah pembelian yang sama akan berubah takarannya dibanding sebelum naik.
“Dulu kan orang patokannya beli literan. Biasa harga segitu dapat satu liter, kemudian sekarang beda takarannya, secara psikologis ngerasa lebih boros," ungkapnya.
Irto menjamin BBM yang didistribusikan ke masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pemerintah. Di luar itu, ada regulator yang melakukan sampling secara acak.
Lihat Juga :