Bijak Bermedia Sosial, Perbanyak Produksi Konten Positif di Era Digital

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 23:23 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Nilai Ekonomi Digital RI Ditargetkan Capai Rp1.831 Triliun di 2025

Seiring tren pembuatan konten oleh para content creator, baik yang amatiran maupun yang professional, Wayan mengingatkan untuk memproduksi hanya konten positif dan bermanfaat bagi orang lain. “Internet merupakan anugerah, namun bisa menjadi bencana jika tanpa etika,” tandasnya.

Social Media Officer Goodnews from Indonesia Ni Putu Ruslina Darmayanthi menambahkan, data BPS 2021 menunjukkan bahwa generasi muda mendominasi pengguna media sosial, dengan sebaran Gen Z (28 persen), Milenial (26 persen), dan Gen x (22 persen).

Sebagai perbandingan, pengguna boomers dan Alpha masing-masing hanya 11 persen. Sebagian besar perilaku Gen Z mengakses internet untuk tujuan hiburan, komunikasi/komunitas.

Menurut dia, banyaknya informasi di media digital perlu disaring dengan kecakapan digital, memilah mana konten positif dan mana konten negatif. Perlu dipahami juga bahwa ada konsekuensi hukum dalam setiap aktivitas di internet.

“Produksi hanya konten positif di media digital. Caranya kenali target, konten kuat, kuasai aplikasi pengolah gambar/video, komunikasi dua arah, konsisten, dan kolaborasi,” urainya.

Baca juga: MNC Pictures Jalin Kerjasama dengan Ideaconcert dalam Distribusi Konten

“Yang paling penting adalah hati-hati dengan media digital. Selalu waspada dan bijak. Jangan sampai apa yang kamu dapatkan dan sebarkan di internet malah jadi bumerang. Kita bebas berekspresi, tapi jangan kelewatan,” imbuh Ni Putu.

Anggota Mafindo Pontianak sekaligus dosen Fisip Untan Syarifah Ema Rahmaniah menuturkan, penerapan wawasan kebangsaan di ruang digital dapat menghindarkan pengguna dari kasus-kasus ‘kebablasan’ berekspresi sehingga berpotensi tersandung hukum. Dia pun menegaskan para orang tua dan guru perlu memberikan pemahaman kepada anak sejak dini tentang literasi digital.

“Tanamkan nilai dan norma-norma baik pada anak, ajak anak-anak melihat konten positif seperti penggalangan dana untuk musibah kemanusiaan, atau konten-konten produktif yang menghasilkan. Tunjukkan pula konten-konten negatif yang harus dihindari,” tandasnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3510 seconds (11.97#12.26)