Holding Perkebunan Nusantara dan IPB Bangun Unit Pengolahan Kelapa Sawit Mini
Selasa, 04 Oktober 2022 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah unit PKS mini berjalan, IPB berencana untuk mengembangkan dan memproduksi minyak sawit merah (red palm oil),” ujarnya.
Arif mengatakan, IPB telah membuat master plan dengan menjadikan areal lahan IPB di Jonggol menjadi Kawasan IPB-West Java Innovation Valley. Di Kawasan ini, kata dia, akan dibangun klaster sawit, klaster cassava, klaster peternakan, dan klaster perikanan darat, dengan memanfaatkan embung yang ada di areal peternakan.
“IPB-West Java Innovation Valley berkonsep zero waste dan hemat energi ini juga akan dijadikan sebagai wahana eco-edu-tourism, karena di sekitar lahan IPB telah tumbuh dan berkembang permukiman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit Jonggol, Prof. Dr. Sudradjat, mengatakan, kebun sawit Jonggol dibangun pada akhir tahun 2012 dan telah panen perdana pada tahun 2015, dengan tingkat produktivitas yang bagus. Pada saat ini, kata dia, KPPS Jongggol tingkat produktivitasnya mencapai 22-24 ton TBS per tahun per hektare.
“Diharapkan, produksi dapat diolah oleh PKS mini yang sedang dibangun ini,” ujarnya.
Selama ini, kata Sudrajat, produksi TBS, sejak mulai panen dikirim ke PKS Cikasungka milik PTPN VIII dan perusahaan swasta di Banten. Dengan beroperasinya PKS mini yang tengah dibangun ini, akan menghemat biaya transportasi.
Arif mengatakan, IPB telah membuat master plan dengan menjadikan areal lahan IPB di Jonggol menjadi Kawasan IPB-West Java Innovation Valley. Di Kawasan ini, kata dia, akan dibangun klaster sawit, klaster cassava, klaster peternakan, dan klaster perikanan darat, dengan memanfaatkan embung yang ada di areal peternakan.
“IPB-West Java Innovation Valley berkonsep zero waste dan hemat energi ini juga akan dijadikan sebagai wahana eco-edu-tourism, karena di sekitar lahan IPB telah tumbuh dan berkembang permukiman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit Jonggol, Prof. Dr. Sudradjat, mengatakan, kebun sawit Jonggol dibangun pada akhir tahun 2012 dan telah panen perdana pada tahun 2015, dengan tingkat produktivitas yang bagus. Pada saat ini, kata dia, KPPS Jongggol tingkat produktivitasnya mencapai 22-24 ton TBS per tahun per hektare.
“Diharapkan, produksi dapat diolah oleh PKS mini yang sedang dibangun ini,” ujarnya.
Selama ini, kata Sudrajat, produksi TBS, sejak mulai panen dikirim ke PKS Cikasungka milik PTPN VIII dan perusahaan swasta di Banten. Dengan beroperasinya PKS mini yang tengah dibangun ini, akan menghemat biaya transportasi.
Lihat Juga :