Dikawal, Kapal Pesiar Super Mewah Milik Putin Bergerak dengan Nama Baru

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 23:03 WIB
loading...
Dikawal, Kapal Pesiar...
Superyacht atau kapal pesiar terbesar kedua milik Vladimir Putin diketahui sedang bergerak di lepas pantai Estonia, dengan kawalan kapal Penjaga Pantai Rusia. Foto/Dok Forbes
A A A
MOSKOW - Superyacht atau kapal pesiar terbesar kedua milik Vladimir Putin diketahui sedang bergerak di lepas pantai Estonia, dengan kawalan kapal Penjaga Pantai Rusia. Setelah lebih dari tujuh bulan lalu meninggalkan Jerman dengan tergesa-gesa menuju Kaliningrad, Graceful kini memiliki nama baru.

Baca Juga: Kapal Pesiar Mewah Hasil Sitaan dari Miliarder Rusia Dilelang, Minat?

Kapal pesiar mewah senilai USD119 juta dengan panjang 267 milik dari Presiden Rusia itu tertangkap kamera Carl Groll, seorang fotografer yang berkontribusi untuk TheYachtPhoto.com. Dalam foto yang dirilis oleh Forbes itu memperlihatkan, Graceful memiliki nama baru: Kosatka.

Nama yang diambil dari bahasa Rusia itu memiliki arti yakni "paus pembunuh". Membandingkan foto-foto Graceful yang tersedia di situs web industri kapal pesiar dengan foto Kosatka yang diperlihatkan Forbes, tampaknya mengkonfirmasi perubahan tersebut.

Kapal pesiar itu terlihat sedang melakukan perjalanan ke utara di laut Baltik di sebelah barat pulau Saaremaa, Estonia. Gambar-gambar itu menunjukkan Superyacht Kosatka dikawal oleh kapal Penjaga Pantai Rusia bersenjata, mungkin dalam perjalanan ke St. Petersburg.

Tidak jelas kapan Graceful mengubah namanya menjadi Kosatka, apakah ketika meninggalkan Kaliningrad, wilayah Rusia yang terjepit di antara Lithuania dan Polandia. Transponder kapal pesiar itu telah dimatikan setidaknya sejak 30 Agustus, menurut layanan pelacakan kapal MarineTraffic, ketika masih di Kaliningrad.

Seorang juru bicara pemerintah Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar seperti dilansir Forbes. Kosatka —yang saat itu bernama Graceful— meninggalkan pelabuhan Hamburg di Jerman pada 7 Februari, 17 hari sebelum pasukan Rusia menginvasi Ukraina.

Kapal itu berangkat ke Rusia setelah melakukan perbaikan selama lima bulan di galangan kapal Blohm+Voss, perusahaan yang membangun kapal pesiar itu pada tahun 2014. Setelahnya Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Graceful —bersama dengan tiga kapal pesiar lain yang terkait dengan Putin— pada 2 Juni.

Baca Juga: Italia Sita Kapal Pesiar Mewah Milik Vladimir Putin

Terdaftar di Rusia, kapal pesiar Kosatka memiliki kolam renang di dalam ruangan, teater dan lantai dansa, helipad, dan suite hingga 12 tamu.

Kapal ini juga menawarkan lemari penyimpanan handuk kolam renang yang berfungsi ganda sebagai bar vodka dan suite pemilik dengan gua anggur yang dapat menyimpan hingga 400 botol. Kapal pesiar itu dikirim ke "pemiliknya" pada tahun 2014, menurut Lürssen, yang memiliki Blohm+Voss.

Menurut penyelidikan BBC News yang diterbitkan pada bulan Maret, kapal pesiar itu saat ini dimiliki oleh JSC Argument yang berbasis di Moskow, yang juga kena sanksi oleh Departemen Keuangan AS bersama dengan pemegang saham tunggalnya, Andrei Gasilov, pada 2 Juni.

Investigasi BBC menemukan bahwa JSC Argument di masa lalu telah menyetujui pinjaman dari salah satu perusahaan manajemen yang terlibat dalam pembangunan "Istana Putin," sebuah perkebunan mewah seluas 190.000 kaki persegi di dekat kota resor Gelendzhik di pantai Laut Hitam. JSC Argument tidak menanggapi permintaan komentar dari BBC.

Menurut pakar penilaian kapal pesiar VesselsValue dan laporan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), Graceful sebelumnya dimiliki oleh Olneil Assets Corp yang berbasis di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada sebuah perusahaan di Kepulauan Cayman dengan nama yang sama -O'Neill Assets Corporation- pada 2 Juni, karena "telah secara material membantu, mensponsori, atau menyediakan keuangan, materi, atau dukungan teknologi untuk, atau barang atau jasa kepada atau untuk mendukung, Vladimir Putin."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Berita Terkini
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Infografis
Kapal Induk Nuklir Harry...
Kapal Induk Nuklir Harry S Truman AS Tabrakan dengan Kapal Kargo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved