Gas Afrika Jadi Incaran Negara-negara Eropa untuk Gantikan Pasokan Rusia

Kamis, 13 Oktober 2022 - 13:28 WIB
loading...
Gas Afrika Jadi Incaran...
Sebuah proyek baru gas alam cair di lepas pantai barat Afrika mungkin baru rampung 80%, tetapi prospek pemasok energi baru telah menarik kunjungan dari para pemimpin Polandia dan Jerman. Foto/Dok
A A A
DAKAR - Sebuah proyek baru gas alam cair di lepas pantai barat Afrika mungkin baru rampung 80%, tetapi prospek pemasok energi baru telah menarik kunjungan dari para pemimpin Polandia dan Jerman.

Baca Juga: Ketergantungan Eropa ke Rusia, Rogoh Rp1.485 Triliun Buat Impor Migas hingga Batu Bara

Lapangan awal di dekat garis pantai Senegal dan Mauritania diperkirakan mengandung sekitar 15 triliun kaki kubik (425 miliar meter kubik) gas, lima kali lebih banyak dari pemakaian Jerman yang bergantung pada gas sepanjang 2019.

Akan tetapi produksi diperkirakan belum akan dimulai hingga akhir tahun depan. Hal itu tidak bisa membantu menyelesaikan krisis gas Eropa yang dipicu oleh perang Rusia Ukraina.

Namun seorang eksekutif untuk co-developer proyek BP, Gordon Birrell mengatakan, pengembangan itu "tidak bisa tepat waktu" karena Eropa berusaha mengurangi ketergantungannya pada gas alam Rusia untuk memberi daya pada pabrik-pabrik, menghasilkan listrik dan memanaskan rumah.

"Peristiwa di dunia saat ini menunjukkan peran penting yang dapat dimainkan (gas alam cair) dalam mendukung keamanan energi negara dan kawasan," katanya pada pertemuan industri energi di Afrika Barat bulan lalu.

Baca Juga: 3 Negara yang Ketergantungan Gas Alam Rusia tapi Memusuhinya Akibat Invasi ke Ukraina

Sementara cadangan gas alam Afrika sangat luas dan negara-negara Afrika Utara seperti Aljazair memiliki jaringan pipa yang sudah terkait dengan Eropa, kurangnya infrastruktur dan keamanan telah lama membuat produsen terjebak di bagian lain benua itu.

Produsen Afrika yang sudah mapan memotong kesepakatan atau mengurangi penggunaan energi sehingga mereka memiliki lebih banyak cadangan untuk dijual demi meningkatkan keuangan mereka. Tetapi beberapa pemimpin memperingatkan bahwa ratusan juta orang Afrika juga mengalami kekurangan listrik dan pasokan rumah tangga butuh diamankan.

Menurut juru bicara Menteri Perminyakan, Horatius Egua mengungkapkan, Nigeria memiliki cadangan gas alam terbesar di Afrika. Meski begitu benua Afrika hanya menyumbang 14% dari impor gas alam cair Uni Eropa, atau LNG, yang datang dengan kapal.

Proyek menghadapi risiko pencurian energi dan biaya tinggi. Negara-negara yang dinilai menjanjikan lainnya seperti Mozambik telah menemukan cadangan gas besar saat banyak proyek-proyek tertunda terdampak kekerasan dari militan Islam.

Negara Eropa telah berebut pasokan untuk mengamankan sumber-sumber alternatif karena Moskow telah mengurangi aliran gas alam ke negara-negara UE hingga memicu melonjaknya harga energi dan meningkatnya ekspektasi resesi.

UE yang beranggotakan 27 negara, yang para menteri energinya bertemu minggu ini untuk membahas batas harga gas, sedang berjuang terkait kemungkinan pemutusan total aliran gas Rusia.

Para pemimpin Eropa telah berbondong-bondong ke negara-negara seperti Norwegia, Qatar, Azerbaijan dan terutama yang ada di Afrika Utara, di mana Aljazair memiliki pipa yang mengalir ke Italia dan satu lagi ke Spanyol.

Italia menandatangani kesepakatan gas senilai USD4 miliar dengan Aljazair pada Juli, sebulan setelah Mesir mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa dan Israel untuk meningkatkan penjualan LNG. Angola juga telah menandatangani kesepakatan gas dengan Italia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Rekomendasi
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved