Utang Indonesia Turun Jadi Rp6.148 Triliun, Ini Pendorongnya!

Senin, 17 Oktober 2022 - 10:46 WIB
loading...
Utang Indonesia Turun Jadi Rp6.148 Triliun, Ini Pendorongnya!
Utang luar negeri Indonesia pada Agustus tahun ini turun. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia ( BI ) melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2022 kembali menurun. Posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2022 tercatat USD397,4 miliar atau setara Rp6.148,9 triliun (kurs Rp15.473 per dolar AS), turundi bandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar USD400,2 miliar atau setara Rp6.192 triliun.

Baca juga: Ke Depan, Pengawasan dan Pengaturan Aset Kripto Bakal Ribet

"Perkembangan itu disebabkan penurunan ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun sektor swasta. Secara tahunan, posisi ULN Agustus 2022 mengalami kontraksi 6,5% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 4,1% (yoy)," ujar Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan di Jakarta, Senin (17/10/2022).

ULN pemerintah pada Agustus 2022 melanjutkan penurunan. ULN pemerintah pada USD184,9 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya yang USD185,6 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah mengalami kontraksi 10,9% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada Juli 2022 yang sebesar 9,9% (yoy).

"Penurunan ULN pemerintah terjadi akibat adanya penurunan pinjaman seiring dengan pelunasan pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan penarikan pinjaman dalam mendukung pembiayaan program dan proyek prioritas," jelas Junanto.

Sementara itu, instrumen surat berharga negara (SBN) secara neto mengalami kenaikan posisi seiring dengan peningkatan inflow pada SBN domestik yang mencerminkan kepercayaan investor asing yang tetap terjaga di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel.

"Penarikan ULN yang dilakukan di bulan Agustus 2022 tetap diarahkan pada pembiayaan sektor produktif dan diupayakan terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi," sambungnya.

Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total utang.

Baca juga: Resmi, Heru Budi Dilantik Jadi Pj Gubernur DKI Pengganti Anies

ULN swasta juga melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN swasta pada Agustus 2022 tercatat sebesar USD204,1 miliar. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar USD206,1 miliar.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2662 seconds (11.252#12.26)