ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini

Senin, 06 Juli 2020 - 12:05 WIB
loading...
ORI 017 Investasi Risiko...
Obligasi Negara Ritel atau ORI kerap disebut sebagai salah satu produk investasi berisiko rendah yang paling menguntungkan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih membuka penawaran untuk Obligasi Negara Ritel atau ORI seri ORI 017. Produk investasi surat utang negara ini sering diklaim lebih menguntungkan ketimbang deposito perbankan.

Namun, benarkah ORI 017 adalah investasi rendah risiko yang paling menguntungkan? Berdasarkan riset Lifepal.co.id yang melakukan perbandingan antara ORI 017 dengan dua produk investasi lain dengan risiko kecil dan terjamin keamanannya, ORI 017 bukanlah investasi rendah risiko yang paling menguntungkan.

Seperti diketahui, salah satu keunggulan ORI 017 adalah pembayaran kupon bunga 6,4% p.a dan bersifat tetap hingga masa jatuh tempo. Pajak untuk investasi ini adalah 15% untuk setiap kupon yang diterima.

(Baca Juga: Pemerintah Tawarkan ORI017 Mulai 15 Juni Mendatang)

Untuk deposito bank umum, riset itu mengambil sampel data berupa 10 deposito bank umum dengan bunga terbesar dan periode jatuh tempo 1 bulan dari Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia (BI) per Rabu (1/7) yang diolah Kontan.

Sementara itu, seluruh BPR yang namanya tercantum di tabel ini telah mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa di antaranya juga masuk ke dalam kategori BPR Terbaik versi Perbarindo dan mengantongi aset di atas Rp100 miliar hingga di atas Rp1 triliun.

Baik deposito bank umum maupun BPR dikenakan pajak 20%. Meski demikian, kedua deposito ini memiliki keunggulan berupa bunga bergulung yang didapat lewat metode automatic roll over (ARO) di periode jatuh tempo satu bulan.

Simulasi menunjukkan bahwa ORI 017 masih lebih unggul dari deposito bank umum. Namun, masih kalah dengan deposito BPR yang bunganya bisa mencapai 7,25% p.a dan memiliki fitur bunga bergulung. Dalam rentang waktu tiga tahun, keuntungan bersih dari investasi di deposito BPR ada yang bisa menembus 18,4%, sedangkan ORI 017 16,3%, dan deposito bank umum maksimal hanya 14,2%.

Meski demikian, patut dicermati pula bahwa ORI 017 adalah investasi yang bisa dijual di pasar sekunder. Investor ORI 017 berpotensi memperoleh keuntungan berupa capital gain saat melakukan penjualan surat berharga tersebut. Sementara itu, keuntungan capital gain jelas tidak ada di deposito bank umum maupun BPR. Hal itu disebabkan karena deposito tidak bisa berpindah tangan atau diperjualbelikan di pasar sekunder.

Imbal hasil ORI 017 mungkin tidak sebesar BPR yang bisa menyentuh 18% dalam tiga tahun, namun ORI 017 sejatinya adalah investasi yang berdampak.

ORI adalah salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perorangan (Warga Negara Indonesia) melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana. Pada intinya, konsep dari ORI adalah negara berutang kepada masyarakat. Itu sebabnya, investasi surat berharga ini dijamin oleh Pemerintah Indonesia.

Melalui ORI 017, pemerintah mencoba mengajak publik untuk terlibat dalam program pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional, serta menjaga masa depan Indonesia pascapandemi Covid-19.

Seluruh dana yang diperoleh dari ORI 017 akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2020, termasuk di antaranya adalah pembiayaan penanganan serta pemulihan dampak Pandemi Covid-19. ORI 017 juga akan memberikan dukungan pada UMKM di Indonesia.

Riset itu juga menunjukkan bawa dengan minimal pembelian Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. ORI merupakan investasi yang lebih aman dari deposito. Hal itu disebabkan karena ORI 017 telah dijamin oleh negara baik pembayaran pokok maupun kuponnya. Hal itu pun tertera di Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Risiko yang mungkin dialami oleh para investor ORI 017 adalah potensi kerugian capital loss di pasar sekunder jika harga surat utang ini turun.

Sementara itu, dua investasi lainnya yaitu deposito, baik di bank umum maupun BPR, sama-sama dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, nilai simpanan yang dijamin oleh LPS hanyalah Rp 2 miliar untuk kedua produk tersebut. Jika simpanan nasabah berada di nominal Rp2 miliar, maka hal tersebut akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi berdasarkan hasil likuidasi kekayaan bank.

Sementara, bicara soal likuiditas, baik deposito maupun ORI 017 adalah investasi yang likuid. Deposito bisa dicairkan kapan saja jika nasabah atau investor membutuhkan dana tersebut meski belum waktu jatuh tempo.

Akan tetapi, pemilik deposito tentu harus membayar biaya penalti yang dikenakan pihak bank. Sementara itu, sebagai Surat Utang Negara, ORI 017 bisa diperdagangkan di pasar sekunder jika investor sudah memegangnya selama satu tahun.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Tekuk Haiti, Timnas...
Tekuk Haiti, Timnas Skotlandia Puncaki Grup C Piala Dunia 2026
Mantan Wasit FIFA Bongkar...
Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved