Bidik Segmen Konsumen Beragam, Bisnis Kuliner 3 in 1 Hadir di Jaksel

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 13:03 WIB
loading...
Bidik Segmen Konsumen...
Suasana di Shabu Note di kawasan Santa, Jakarta Selatan. Foto/Dok SINDOnews/Inda
A A A
JAKARTA - Usai dua tahun dihantam pandemi, bisnis kuliner di Ibu Kota kembali menggeliat dan restoran mulai ramai lagi oleh pengunjung.

Pelaku usaha kuliner pun berupaya menghadirkan inovasi dan konsep kuliner yang bisa menggaet konsumen di Jakarta yang merupakan ‘melting pot’ dari masyarakat dengan berbagai latar belakang dan budaya.

Mengutip Katalog Statistik Penyedia Makan Minum Tahun 2020 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) pertengahan tahun ini, DKI Jakarta menempati posisi pertama provinsi dengan jumlah usaha kuliner terbanyak di Tanah Air dengan total 5.159 usaha penyedia makanan dan minuman berskala menengah besar. Adapun secara nasional jumlahnya mencapai 11.223 usaha kuliner.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam berbagai kesempatan juga menyatakan bahwa kuliner merupakan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) yang berkontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf.

Kemenparekraf mencatat, subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41% dari total PDB ekraf tahun 2020 yang sebesar Rp1.134 triliun.

Untuk itulah, pemerintah juga terus mendorong perkembangan bisnis kuliner, mulai dari skala UMKM hingga perusahaan besar.

Di Jakarta, terdapat kawasan-kawasan yang memang dikenal sebagai area kuliner dengan beragam restoran yang menyediakan menu-menu ataupun jajanan yang menggugah selera. Sebut saja kawasan Santa, Senopati dan sekitarnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).

Baca juga: Dorong Kuliner Lokal di Ajang TEI, Mendag: Kenalkan Aja Mi Tok-tok, Kelar Udah

Menjamurnya bisnis kuliner juga mendorong pengusaha untuk berlomba menghadirkan konsep bisnis yang unik dan menarik.

Contohnya yang dilakukan PT Hanasta Hita Abadi, perusahaan yang menaungi tiga konsep kuliner dalam satu lokasi.

Terletak di kawasan Santa, ide bisnis kuliner ini dimulai dari sebuah rumah di Jalan Prof Joko Sutono SH yang dipilih sebagai lokasinya.

Adapun misinya adalah membangun tiga outlet kuliner dengan konsep unik dan belum pernah ada di Jakarta. Tiga outlet tersebut adalah Shabu Notê, Coffeenotes dan Bali Notes.

Direktur Utama PT Hanasta Hita Abadi Nicky Christina saat grand opening pada Senin (17/10) mengatakan, perpaduan antara Shabu & Grill, Coffee House dan outdoor Food & Beverage Arcade merupakan konsep yang dipilih guna memenuhi kebutuhan pecinta kuliner dari segala segmen.

“Jadi ini satu payung tapi tiga outlet. Dari sisi lapisan market atau konsumennya pun beragam,” ujarnya, dikutip Sabtu (22/10/2022).

Baca juga: 6 Kuliner Legendaris Ini Berdiri sebelum Indonesia Merdeka

Dengan konsep tersebut, pihaknya ingin mewadahi semua gaya kuliner para penggemar kuliner. “Mungkin ada yang gemar bakar-bakaran, ngopi dan minum-minum, atau makan di tempat outdoor dengan banyak pilihan jenis jajanan. Kami ingin memberikan pengalaman itu dalam satu lokasi, sehingga kita tidak perlu berpindah tempat yang terlalu jauh,” papar Nicky.

Dia menjelaskan, Shabu Note dipilih sebagai nama untuk resto All You Can Eat Japanese Shabu & Grill, sementara untuk Coffee House yang menyajikan masakan Eropa dan Asia dipilih nama Coffeenotes.

Bidik Segmen Konsumen Beragam, Bisnis Kuliner 3 in 1 Hadir di Jaksel


Sedangkan sebuah area bernama Bali Notes dengan konsep Balinese Garden menawarkan nuansa Bali yang kental menjadi pilihan menarik untuk penyuka hang out di Ibu Kota.

Menurut Nicky, Bali Notes bermitra dengan beberapa tenant yang menyajikan berbagai masakan khas Nusantara. Mulai Cwie Mie Malang, Batagor, Somay, Bebek Bali sampai dengan Cuanki. Belum lagi makanan internasional seperti ayam Dubai dengan cita rasa khas Timur Tengah beserta nasi briyani dan ramen.

“Tempat kami ini dilirik franchise dari Dubai, Chicking. Semoga kemitraan ini berjalan lancar. Kita beri kesempatan untuk berkembang bersama-sama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nicky menerangkan keunggulan Shabu Notê dibandingkan dengan restoran shabu lainnya. Salah satunya adalah menu yang disiapkan dan diracik oleh dua chef yang sudah berpengalaman belasan tahun menangani di dunia hidangan shabu.

“Mereka adalah orang-orang yang komitmen membuat produk ini dengan bahan asli dan segar, tidak mau menggunakan bahan-bahan instan atau artifisal yang botolan. Kalaupun ada yang botolan paling maksimal 15% dari seluruh bahan yang dipakai dan itu lebih ke pertimbangan waktu,” bebernya.



Dengan harga mulai Rp185.000 hingga Rp390.000 per orang, pengunjung bisa menikmati menu All You Can Eat Japanese Shabu & Grill dengan pilihan kuah atau sup yang berbeda-beda, di antaranya miso, collagen, tom yum, Japanese original chicken.

“Secara berkala diubah. Rencananya juga akan ada buah mala yang sensasinya beda dengan sup biasa. Bagaimana pun di bisnis kuliner itu kita harus selalu siapkan beberapa jenis produk, untuk rotasi atau kita hadirkan sebagai menu spesial,” tuturnya.

Mengingat orang Indonesia banyak yang suka pedas, pihaknya juga menyediakan empat jenis sambal, mulai sambal lamong, sambal terasi, sambal ijo, hingga Thai sambal.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
Kuliner Nusantara Makin...
Kuliner Nusantara Makin Dicintai, Sajian Sambal Bakar Raih Penghargaan Favorit Asia
Lewat Kuliner Pilihan...
Lewat Kuliner Pilihan ShopeeFood, Aa Juju Ungkap Cerita di Balik Kuliner Legendaris Jakarta dan Bandung
Rekomendasi
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved