Susun Peta Jalan Swasembada Gula, Neraca Komoditas Perlu Jadi Acuan
Kamis, 20 Oktober 2022 - 21:22 WIB
loading...
Penyusunan peta jalan swasembada gula perlu mengacu neraca komoditas. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai peta jalan percepatan swasembada gula guna menekan ketergantungan impor gula yang diharapkan kebutuhan konsumsi hingga industri dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyoroti regulasi tersebut. Apabila dalam rancangan memuat impor gula hendaknya menjadi perhatian karena dikeluarkan menjelang tahun politik.
"Setiap tahun politik hampir semua komoditas, impornya melonjak termasuk gula sehingga perlu kehati-hatian," ujar dia saat dihubungi, baru-baru ini.
Baca Juga: Swasembada Gula Perlu Konsistensi Penerapan Regulasi
Dia menyarankan agar pemerintah mengacu neraca komoditas dalam menetapkan impor. Melalui neraca komoditas tersebut, bisa diketahui berapa besar kebutuhan gula nasional.
"Ini untuk menjaga penetapan kuota impor. Dengan neraca komoditas terlihat kebutuhan gula nasional berapa produksi dan kebutuhan impor," kata dia.
Terpisah, Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai perlu konsistensi dalam mengimplementasikan regulasi. Di samping yang perlu diperhatikan adalah peta jalan tentang perluasan lahan tebu dan peningkatan produktivitas.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyoroti regulasi tersebut. Apabila dalam rancangan memuat impor gula hendaknya menjadi perhatian karena dikeluarkan menjelang tahun politik.
"Setiap tahun politik hampir semua komoditas, impornya melonjak termasuk gula sehingga perlu kehati-hatian," ujar dia saat dihubungi, baru-baru ini.
Baca Juga: Swasembada Gula Perlu Konsistensi Penerapan Regulasi
Dia menyarankan agar pemerintah mengacu neraca komoditas dalam menetapkan impor. Melalui neraca komoditas tersebut, bisa diketahui berapa besar kebutuhan gula nasional.
"Ini untuk menjaga penetapan kuota impor. Dengan neraca komoditas terlihat kebutuhan gula nasional berapa produksi dan kebutuhan impor," kata dia.
Terpisah, Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai perlu konsistensi dalam mengimplementasikan regulasi. Di samping yang perlu diperhatikan adalah peta jalan tentang perluasan lahan tebu dan peningkatan produktivitas.
Lihat Juga :