Banderol Pertalite Bisa Turun jika Harga Minyak Dunia USD70 per Barel

Selasa, 25 Oktober 2022 - 15:28 WIB
loading...
Banderol Pertalite Bisa Turun jika Harga Minyak Dunia USD70 per Barel
Harga BBM subsidi tergantung pada harga minyak dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketika harga minyak mentah dunia di level USD93,50 per barel, maka harga BBM subsidi saat ini masih di bawah harga keekonomian dan tidak dapat diturunkan. Harga BBM subsidi bisa saja diturunkan jika harga minyak dunia mencapai level yang jauh lebih rendah.

Baca juga: Mantan Bos Pertamina Buka-bukaan soal Harga Keekonomian Pertalite

"Harga minyak dunia USD93 per barel, harga BBM subsidi masih di bawah harga keekonomian, sehingga harga BBM subsidi tidak diturunkan," kata Fahmy Radhi, pengamat energi UGM, saat dihubungi MNC Portal, Selasa (25/10/2022).

Fahmy menuturkan, harga BBM subsidi bisa diturunkan jika harga minyak dunia menyentuh USD70. Pasalnya, semakin turun harga minyak dunia, semakin rendah juga harga keekonomiannya sehingga berpengaruh pada BBM subsidi.

"Kalau harga minyak dunia mencapai USD70-an, mestinya harga BBM subsidi diturunkan," tutur Fahmy.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menilai pemerintah harus segera merevisi atau menurunkan harga BBM bersubsidi menyusul turunnya harga minyak mentah dunia. Anggota Komisi VII, Mulyanto, mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh lagi menjual harga BBM subsidi dengan harga sekarang karena harga bahan baku produksinya sudah turun jauh di bawah nilai asumsi APBN yaitu sebesar USD100 per barel.

Dia mendesak pemerintah merevisi harga jual BBM bersubsidi secepatnya karena itu hak rakyat untuk mendapatkan BBM bersubsidi dengan murah. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite.

Baca juga: Update Pencairan Ranking BWF: The Minions ke Posisi 2, Apri/Fadia Naik 6 Tingkat

"Karena harga minyak mentah dunia terus melorot jauh di bawah asumsi APBN sebesar USD100 per barel. Sejak bulan Juni 2022 harga minyak mentah dunia terus mengalami tren penurunan," kata Mulyanto.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1939 seconds (11.252#12.26)