Bertemu PM Palestina, KADIN Indonesia Siap Tingkatkan Kerja Sama Dagang dengan Palestina
Selasa, 25 Oktober 2022 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Arsjad mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya Palestina untuk mendorong pertumbuhan ekonominya di tengah komplikasi masalah yang sedang dihadapi. Selain tantangan geopolitik yang belum berakhir, pengakuan dunia internasional yang berdampak pada hubungan bilateral, pandemi juga turut mempengaruhi aktivitas ekonomi negara tersebut.
Pada tahun lalu, Palestina mencatat nilai perdagangan sebesar USD1,5 juta atau menurun dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar USD3,6 juta karena komplikasi masalah tersebut.
(Baca juga:Kadin Jateng Optimis Arsjad Rasjid Bisa Bawa Kadin Lebih Baik)
Kendati demikian, prospek kerja sama bilateral antara Indonesia-Palestina dapat ditingkatkan karena rata-rata lima komoditas besar. Antara lain bahan bakar mineral, komoditas pertanian, komoditas makan industri, dan pakan ternak siap saji yang dibutuhkan Palestina saat ini harusnya dapat diserap oleh Indonesia.
Sebaliknya, Indonesia dapat meningkatkan permintaan untuk kurma dan minyak zaitun, juga berkembang ke produk lainnya. “Kadin akan terus mendorong hubungan yang kuat dan mendukung rakyat Palestina melalui keterlibatan ekonomi yang sifatnya non blok, inklusif, dan berkelanjutan. Perdamaian di Palestina harus terus didorong dan pengembangan ekonomi menjadi salah satu persyaratan kunci untuk mencapai perdamaian tersebut,” ujar dia.
Arsjad menegaskan, selain produk pertanian, prospek lain yang dapat dikembangkan dari kerja sama bilateral tersebut adalah ekonomi digital, industri pariwisata, dan kerja sama pengembangan SDM. KADIN terus mengikuti pertumbuhan startup di seluruh wilayah Palestina, khususnya di Rammalah.
Pada tahun lalu, Palestina mencatat nilai perdagangan sebesar USD1,5 juta atau menurun dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar USD3,6 juta karena komplikasi masalah tersebut.
(Baca juga:Kadin Jateng Optimis Arsjad Rasjid Bisa Bawa Kadin Lebih Baik)
Kendati demikian, prospek kerja sama bilateral antara Indonesia-Palestina dapat ditingkatkan karena rata-rata lima komoditas besar. Antara lain bahan bakar mineral, komoditas pertanian, komoditas makan industri, dan pakan ternak siap saji yang dibutuhkan Palestina saat ini harusnya dapat diserap oleh Indonesia.
Sebaliknya, Indonesia dapat meningkatkan permintaan untuk kurma dan minyak zaitun, juga berkembang ke produk lainnya. “Kadin akan terus mendorong hubungan yang kuat dan mendukung rakyat Palestina melalui keterlibatan ekonomi yang sifatnya non blok, inklusif, dan berkelanjutan. Perdamaian di Palestina harus terus didorong dan pengembangan ekonomi menjadi salah satu persyaratan kunci untuk mencapai perdamaian tersebut,” ujar dia.
Arsjad menegaskan, selain produk pertanian, prospek lain yang dapat dikembangkan dari kerja sama bilateral tersebut adalah ekonomi digital, industri pariwisata, dan kerja sama pengembangan SDM. KADIN terus mengikuti pertumbuhan startup di seluruh wilayah Palestina, khususnya di Rammalah.
Lihat Juga :