Kreator Konten jadi Profesi Idaman tapi Tak Jaminan Cuan, Arief Muhammad: Perlu Wadah

Rabu, 26 Oktober 2022 - 10:43 WIB
loading...
Kreator Konten jadi...
Banyak content creator pemula yang merasa kesulitan untuk tetap konsisten membuat konten. Foto/pexels/liza summer
A A A
JAKARTA - Kreator konten (content creator) menjadi profesi kekinian yang semakin populer di industri kreatif di Tanah Air. Tingginya penetrasi internet dan penggunaan media sosial membuat orang berlomba membuat konten, dari yang hanya iseng hingga yang profesional.

Daya tarik ngonten ini begitu kuat terutama di kalangan Gen Z. Merujuk survei YPulse, perusahaan riset dan insight yang memokuskan pada Gen Z dan milenial , pemengaruh (influencer) atau kreator konten merupakan pekerjaan impian paling populer keempat di antara Gen Z.

Dengan banyaknya pilihan platform digital dan potensi perolehan keuntungannya yang besar, wajar jika banyak masyarakat tergoda mengikuti tren menjadi kreator konten sukses.

Laporan terbaru dari firma yang sama juga menyebut bahwa mayoritas anak muda membuat konten untuk audiens di luar keluarga dan teman mereka.

Temuan-temuan tersebut sangat masuk akal, di mana kreator konten seringkali mencari nafkah sebagai pekerja kreatif independen.

Mereka yang murni bekerja sebagai kreator konten dapat memutuskan jadwal dan beragam aktivitas seperti mengajar hingga menghibur diri sendiri untuk mencari nafkah, serta mengekspresikan kepribadian, ide, kreativitas dan keunikan mereka untuk audiens di dunia maya.

Baca juga: Viral Video Lesti Kejora Diusir dari Studio Televisi, Ramzi Bongkar Fakta Sebenarnya

Sayangnya, kreativitas yang diharapkan dapat membuahkan karya konten yang berkualitas dan bermanfaat acapkali ‘terganggu’ dengan pemikiran untuk menjadikan konten tersebut viral dan sensasional.

Seperti yang terjadi belum lama ini, di mana ada kreator konten yang sudah punya nama besar dan pengikut banyak, membuat konten hanya untuk viral tanpa menimbang empati dan dampaknya kepada masyarakat.

Sungguh miris ketika kesuksesan tidak lagi dilihat dari nilai kreativitas yang diekspresikan, melainkan dari sensasi kontroversial sehingga ramai diperbincangkan.

Padahal di sisi lain, ada banyak kreator-kreator konten pemula dan masih kecil yang masih harus berjuang membesarkan akunnya dengan segala tuntutan algoritma.

Seperti dikemukakan kreator konten Arief Muhammad yang baru-baru ini menyampaikan keresahannya akan industri kreator jaman sekarang.

Pria yang dikenal dengan akun Twitter @Poconggg itu mengaku kerap mendengar pengalaman teman-teman yang baru terjun menjadi content creator.

Banyak dari mereka yang merasa kesulitan untuk tetap konsisten membuat konten, namun harus tetap berusaha mencari pemasukan.

“Sering dapat curhatan dari temen2 yang baru terjun jadi content creator tentang struggle mereka untuk konsisten bikin konten, sementara di sisi lain harus tetap realistis mencari income,” ungkapnya melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (26/10/2022).

Baca juga: Viral! Nasi Uduk yang Bikin Dompet WNI di Amerika Menipis, Segini Harganya

Arief merasa di Indonesia belum ada sebuah wadah ekspresi yang benar-benar mendukung kreator dan followers untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperoleh penghasilan yang layak.

Menurut dia, wadah semacam ini akan semakin membuka peluang ekosistem ekonomi kreator di Indonesia terbentuk dan berpotensi besar memberikan dampak bagi perekenomian negeri.

“Mungkin nggak ya kalau bangsa kita bikin platform sendiri yang bisa lebih mendukung para kreator dan juga followers agar tetap produktif tapi tetep bisa making money dengan fair? Jadi sehat tuh ekosistemnya. Kreativitas bisa tersalur, dapur bisa tetap ngebul,” tutur pria yang menjadi brand ambassador sejumlah produk itu.

Arief pun berpesan kepada semua pihak yang terlibat di industri kreator untuk mulai bersama-sama menciptakan ekosistem yang sehat, di mana kreator, audiens, jenama (brand), dan regulator bisa saling mendukung dan bertumbuh bersama. Sehingga, ekonomi kreator terus bergulir.

“Ekosistem kreator di Indonesia punya potensi yang besar sekali. Apalagi kalau ada jaminan kreator bisa ‘hidup’ dari apa yang dikerjakannya,” tandasnya.



Dia menambahkan, perlu ada wadah untuk kreator, pengikut (followers), pihak swasta, maupun pemerintah untuk bisa saling dukung dalam membangun ekonomi kreator.

Mengutip laman East Ventures, ekonomi kreator telah tumbuh sejajar dengan apa yang dikenal sebagai model bisnis "social commerce" di industri e-commerce yang memanfaatkan platform media sosial untuk menjual produk.

Secara global, pasar kreator bernilai sekitar USD100 miliar, sedangkan di Asia Tenggara terdapat lebih dari 380 juta orang yang mengonsumsi konten media sosial selama 2-4 jam per hari.

Pasar e-commerce Indonesia sendiri diperkirakan akan mencapai Rp420,8 triliun (USD30 miliar) pada tahun 2022. Hal ini menandakan prospek bullish pada ekonomi kreator yang menyumbang Rp1,1 triliun terhadap PDB Indonesia dan menyerap 17 juta pekerja di 2020.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Metro Timur Indonusa...
Metro Timur Indonusa Investasi USD1 Juta, Dukung Pengembangan Alat AI bagi Kreator
Dilema Larangan Usia...
Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital
Arief Muhammad Kini...
Arief Muhammad Kini Jadi Boss FOOM, Siap Perkuat Positioning Brand
Misi David Wijaya Cetak...
Misi David Wijaya Cetak Ribuan Talenta Berdampak lewat FYP Management
Cegah Penipuan Digital,...
Cegah Penipuan Digital, Danamon Imbau Nasabah Bijak Gunakan Media Sosial
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved